Dosen UNAND Jadi Pembicara pada Konferensi Teknik Lingkungan Internasional
- 31 Jul 2026 18:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Dosen sekaligus peneliti Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND), Dendi Adi Saputra, dipercaya menjadi Invited Speaker pada International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 di Bali, 30–31 Juli 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu mempertemukan ilmuwan, insinyur, pembuat kebijakan, dan pelaku industri dari berbagai negara.
Kepercayaan sebagai pembicara undangan menjadi pengakuan atas kontribusi Dendi dalam bidang teknik termal, kualitas lingkungan dalam ruangan (indoor environmental quality), serta pengembangan sistem heating, ventilation, and air-conditioning (HVAC) untuk fasilitas kesehatan. Pada forum tersebut, ia mempresentasikan hasil riset kolaborasi UNAND dengan Thu Dau Mot University mengenai pengembangan sistem HVAC hibrida untuk ruang perawatan intensif neonatal (NICU).
Penelitian berjudul Experimental Assessment of Thermal Comfort and Indoor Environmental Conditions in a Tropical NICU Equipped with a Hybrid HVAC–Desiccant System mengembangkan sistem HVAC yang menggabungkan teknologi desiccant, filtrasi HEPA, sterilisasi UV-C, serta pengendalian ventilasi otomatis. Inovasi tersebut dirancang untuk menciptakan kualitas udara yang lebih aman sekaligus meningkatkan kenyamanan termal di ruang NICU.
“Teknologi ini bukan sekadar sistem pendingin ruangan, tetapi platform pengelolaan kualitas udara yang mengintegrasikan pengendalian kelembapan, filtrasi udara standar rumah sakit, sterilisasi ultraviolet, dan ventilasi cerdas untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, serta bayi baru lahir yang rentan,” ujarnya pada Jumat, 31 Juli 2026.
Sistem tersebut telah diuji secara eksperimental di Rumah Sakit UNAND. Hasil penelitian menunjukkan teknologi itu mampu menjaga stabilitas kualitas udara, menekan pertumbuhan mikroorganisme dan partikel halus penyebab penularan penyakit melalui udara, sekaligus mengurangi konsumsi energi dibandingkan sistem pendingin konvensional.
Menurut Dendi, rumah sakit di wilayah tropis menghadapi tantangan dalam memenuhi standar kualitas udara tanpa meningkatkan penggunaan energi secara berlebihan. Pendekatan yang dikembangkan tim peneliti memisahkan proses pengendalian kelembapan dan pendinginan sehingga efisiensi energi dapat dicapai tanpa mengurangi standar kebersihan udara.
Penelitian tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Keikutsertaan Dendi sebagai Invited Speaker juga memperkuat posisi UNAND sebagai salah satu pusat pengembangan riset HVAC tropis dan teknologi bangunan berkelanjutan di tingkat internasional, dengan dukungan pendanaan dari LPDP melalui Program EQUITY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....