Memenuhi Nutrisi Otak Anak Menghadapi Tahun Ajaran Baru

  • 13 Jul 2026 10:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Memasuki tahun ajaran baru, kesiapan anak tidak hanya ditentukan oleh perlengkapan sekolah dan semangat belajar, tetapi juga oleh asupan nutrisi yang mendukung fungsi otak. Pola makan yang seimbang berperan penting dalam menjaga konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan anak menyerap materi pelajaran selama proses belajar berlangsung.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemenuhan gizi seimbang pada anak meliputi konsumsi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta air putih dalam jumlah yang cukup. Nutrisi yang lengkap membantu menunjang pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan fungsi otak.

Sarapan menjadi salah satu kebiasaan yang tidak boleh dilewatkan sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein, seperti nasi atau roti gandum dengan telur, ikan, tempe, atau tahu, dapat memberikan energi yang dibutuhkan anak untuk memulai aktivitas belajar.

Protein memiliki peran penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk mendukung perkembangan otak. Sementara itu, ikan seperti tuna, sarden, atau salmon mengandung asam lemak omega-3 yang diketahui berperan dalam mendukung fungsi kognitif dan perkembangan sistem saraf.

Buah dan sayuran juga tidak kalah penting karena mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Variasi warna buah dan sayur dalam menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan berbagai jenis mikronutrien.

Menurut World Health Organization, pola makan sehat pada anak perlu diimbangi dengan pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Konsumsi makanan olahan secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan dan menurunkan kualitas pola makan anak.

Selain makanan, kecukupan cairan juga berpengaruh terhadap kemampuan belajar. Dehidrasi ringan dapat memengaruhi konsentrasi dan membuat anak lebih cepat lelah. Oleh karena itu, orang tua perlu membiasakan anak membawa botol minum dan mengonsumsi air putih secara cukup selama berada di sekolah.

Tidak kalah penting, waktu tidur yang cukup turut mendukung kesehatan otak. Anak usia sekolah umumnya membutuhkan sekitar 9–11 jam waktu tidur setiap malam agar proses konsolidasi memori dan pemulihan tubuh berjalan dengan optimal.

Dengan menu yang bergizi seimbang, kebiasaan sarapan, kecukupan cairan, dan istirahat yang cukup, anak akan lebih siap menghadapi tantangan tahun ajaran baru. Dukungan orang tua dalam menyediakan makanan sehat setiap hari menjadi investasi penting untuk mendukung prestasi belajar sekaligus tumbuh kembang anak secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....