Guru TIK di Padang Diajarkan Membuat Animasi

  • 11 Feb 2026 10:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 70 guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seluruh sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Padang diajarkan menjadi animator. Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati mengatakan, subsektor animasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menjanjikan.

“Pelatihan ini untuk membekali tenaga pendidik agar mampu menularkan ilmu teknologi digital, khususnya animasi dan game development, kepada siswa di sekolah. Langkah ini sejalan dengan ambisi Kota Padang untuk mencetak bibit unggul kreatif yang mampu bersaing di kancah internasional,” katanya saat membuka kegiatan Pelatihan Pengenalan dan Pembuatan Game di Gedung Youth Center, Selasa, 10 Februari 2026.

Rina menyampaikan, ke depan, karya animasi siswa diharapkan dapat mendukung promosi kuliner Padang yang sedang dipersiapkan menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Kota Gastronomi pada tahun 2027. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemko Padang dengan Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP).

​"Banyak anak-anak kita yang hanya dianggap bermain game, padahal mereka bisa menghasilkan 'cuan' atau nilai ekonomi dari sana. Kami ingin Youth Center ini menjadi sentral aktivitas kreatif mereka. Melalui guru-guru yang hadir hari ini, kita berharap lahir cikal bakal animator hebat dari SMP di Padang yang karyanya tidak hanya diakui lokal, tapi hingga internasional," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur I Sekolah Vokasi UNP, Bambang Heryadi, mengungkapkan potensi talenta digital di Sumatera Barat sangat besar. Prestasi Teaching Factory Animasi (TEFA) UNP cukup banyak. Seperti terlibat dalam proyek besar animasi 'Upin-Ipin', 'BoBoBoy', hingga pembuatan game global berlatar budaya Minangkabau.

​"Produk kita sudah go internasional. Kami siap berkolaborasi menjadikan Youth Center sebagai pusat pengembangan animasi. Guru-guru adalah ujung tombak untuk mengarahkan minat anak-anak yang kini sudah sangat akrab dengan teknologi," ujarnya.

Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang, James Hellyward turut memberikan motivasi kepada guru untuk tetap memiliki semangat muda dalam mengadopsi kreativitas dan inovasi digital. Ia menekankan aset visual dan desain digital adalah kunci masa depan ekonomi kreatif di Kota Padang melalui program Saluak Padang.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan guru tidak hanya menguasai perangkat lunak. Namun juga mampu mengintegrasikan kearifan lokal seperti sejarah kuliner dan budaya ke dalam media digital yang menarik bagi generasi muda,” katanya.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....