Mengenal Tiga Bandara yang Ada di Sumatera Barat
- 27 Jan 2026 10:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Provinsi Sumatera Barat memiliki keragaman infrastruktur transportasi udara yang sangat vital untuk mendukung konektivitas wilayah maupun pertumbuhan ekonomi. Daerah ini memiliki tiga bandar udara utama yang berperan sangat penting bagi mobilitas penduduk serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut data dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sumatera Barat memiliki 3 bandara, namun hanya dua yang masih masuk dalam kategori aktif melayani penerbangan. Keberadaan fasilitas ini mencakup skala internasional yang megah hingga bandara perintis yang menyentuh wilayah kepulauan terluar di Indonesia.
Bandara Internasional Minangkabau merupakan pintu gerbang utama yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747-400. Fasilitas landasan pacu sepanjang 3000 meter dengan lebar 45 meter memastikan operasional penerbangan berjalan aman.
Infrastruktur pendukung berupa taxiway ganda dan apron yang sangat luas memungkinkan pergerakan pesawat besar dilakukan secara sangat efisien. Keunikan arsitektur atap bagonjong menjadikan bandara ini sebagai ikon budaya kebanggaan masyarakat Minang yang sangat mendunia saat ini.
Bandara ini juga memiliki fasilitas Gedung Terminal domestik dan internasional serta dengan luas total bangunannya mencapai lebih dari 20 ribu meter persegi. Selain itu, BIM juga memiliki fasilitas Gedung kargo untuk melayani penerbangan kargo dari dan ke Sumatera Barat.
Untuk dukungan fasilitas umum, bandara kebanggaan masyarakat Minang ini punya banyak fasilitas seperti area parkir, Flight Information Display System (IFDS), food court, minimarket, mushala, toko oleh-oleh serta charging station. Sementara akses dari dan menuju bandara ini cukup lengkap bisa dengan bus, kereta api, taksi dan mobil sewa.
Beranjak ke arah barat, Bandara Mentawai di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai menjadi tumpuan utama bagi konektivitas wisata bahari yang mendunia. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1500 meter yang didesain khusus untuk melayani pesawat jenis ATR.
Meskipun ukurannya lebih kecil, runway Mentawai memiliki daya dukung teknis yang sangat mumpuni untuk menghadapi cuaca pesisir pantai. Jalur taxiway tunggal yang tersedia di sana menghubungkan landasan langsung menuju area terminal penumpang yang sangat asri tersebut.
Data teknis menunjukkan bahwa pesawat kritikal untuk bandara ini adalah jenis ATR 72-600 terbaru. Operasional harian saat ini lebih banyak dilayani oleh pesawat Cessna 208 Grand Caravan yang sangat tangguh.
Untuk mendukung operasional, bandara Mentawai memiliki fasilitas gedung administrasi, gedung terminal, gedung operasional serta gedung powerhouse. Sementara untuk fasilitas umum yang dimiliki cukup lengkap seperti area parkir, charging station, fasilitas air minum, Flight Information Display System (IFDS), kantin, mushala, playground, ruang menyusui, toilet hingga ruang disabilitas.
Selanjutnya kita melihat Bandara Pusako Anak Nagari di Pasaman Barat yang berfungsi sebagai bandara pengumpan pada wilayah utara. Lokasi bandara ini berada pada posisi geografis unik yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit yang sangat luas sekali.
Landasan pacu di bandara ini memiliki panjang sekitar 800 meter yang hanya diperuntukkan bagi pesawat jenis perintis. Jalur taxiway minimalis dirancang untuk efisiensi pergerakan pesawat ringan seperti Casa dua ratus dua belas yang melegenda itu.
Klasifikasi bandara 2B ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut difokuskan untuk pelayanan domestik dalam skala yang lebih terbatas. Pengelolaan oleh pemerintah daerah setempat bertujuan untuk mempercepat akses distribusi barang dan jasa menuju ibu kota provinsi Sumatera.
Namun, bandara ini sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2021 lalu. Saat masih aktif, bandara ini sempat melayani rute ke Pekanbaru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....