Gema Paus Inovasi untuk Bantu Deteksi Anak tidak Sekolah
- 08 Jul 2026 03:41 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang – Beberapa inovasi tengah diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, dan yang baru saja dikerjasamakan dengan Universitas Negeri Padang (UNP) adalah aplikasi yang diberi nama Gema Paus atau Gerakan Bersama Pendataan Anak Usia Sekolah. Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi sebagai penanggung jawab program ini akan bersinergi secara bersama dengan OPD terkait seperti melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai penyedia data, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menginput data Dapodik serta Kementrian Agama sebagai penginput data EMIS (Education Management Information Sytem) untuk sekolah-sekolah di bawah Kementrian Agama.
Gema Paus ini adalah sebuah langkah kolaboratif untuk memetakan secara akurat anak usia sekolah dan memastikan tidak ada satu anak pun yang putus sekolah atau tidak mendapatkan akses pendidikan. gerakan ini menjadi fondasi pelaksanaan wajar/wajib belajar 13 tahun dan visi Bukittinggi gemilang. Berdasarkan data dari Dukcapil terindikasi ada 800 anak yang tidak bersekolah dengan alasan tertentu dan harus dilakukan intervensi.
Kepala Bidang Paud, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi , Yetni Erdawati mengatakan, aplikasi yang dibuat kerjasama dengan UNP ini untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun untuk usia pra sekolah sebelum SD usia 5-6 tahun yang harusnya masuk jenjang TK tapi tidak terdata di jenjang pendidikan dan pengembangannya nanti secara bertahap dikembangkan ke jenjang SD dan SMP. Tujuan utamanya adalah menghapus data ganda,memperbaiki basis data pendidikan dan merancang solusi tepat sasaran bagi setiap anak.
Metode yang dilakukan untuk program Gema Paus ini dilakukan pendataan secara langsung dari rumah kerumah, verifikasi data sekolah serta sinkronisasi dengan data kependudukan dan program sosial. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittingg Herriman menambahkan Gema Paus bukan sekadar menghitung jumlah anak, tapi memahami alasan dibalik setiap anak yang tidak bersekolah, apakah karena ekonomi, hambatan fisik, jarak atau ada hal lain sehingga solusinya tepat sasaran.
Kesuksesan Gema Paus ini bergantung pada partisipasi warga dan diharapkan warga dapat memberikan data yang benar dan lengkap, melaporkan anaknya yang belum/tidak bersekolah, warga mau jadi relawan pendamping belajar bagi anak yang membutuhkan dan membantu memecahkan masalah sosial atau ekonomi yang memnghambat pendidikan. Sinergi Pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk sukses program ini. Gema Paus jadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya urusan sekolah melainkan tanggung jawab bersama.
Intervensi dan dukungan Pemko Bukittinggi harus dibarengi tindak lanjut nyata seperti Bantuan Biaya Pendidikan yang mencakup seragam gratis, perlengkapan sekolah dan biaya lain bagi keluarga kurang mampu, Jalur pendidikan alternatif yang mengarah ke paket A/B/C di PKBM atau SKB, Pendampingan khusus bagi anak berkebutuhan khusus melalui sekolah inklusi dan kerjasama lintas sektor melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Lembaga Kemasyarakatan untuk penangan kasus yang kompleks.
Aplikasi gema Paus ini akan dikirim ke 24 kelurahan yang ada di Bukittinggi dan masing-masing adminnya akan mendapat akun untuk penginputan data. Melalui data ini akan terdeteksi NIK penduduk usia sekolah anak yang ada di Dapodik atau di EMIS ,seandainya tidak muncul data tersebut maka akan diferifikasi ke lapangan yang artinya data tidak muncul maka si anak teridentifikasi tidak bersekolah dan bisa ditelusuri penyebabnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....