Tiba di BIM, Jemaah Haji Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan sebelum Pulang ke Rumah

  • 15 Jun 2026 01:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kepulangan jemaah haji ke Tanah Air tidak langsung berakhir setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Setiap jemaah masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur debarkasi sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) terus melakukan pemantauan kesehatan jemaah sejak tiba di bandara hingga berada di Asrama Haji Debarkasi Padang. Dokter Klinik Kesehatan Debarkasi Padang, Resnita, mengatakan, pemantauan dimulai sejak pesawat mendarat. Tim BKK langsung melakukan serah terima kesehatan dengan dokter kloter di pintu pesawat untuk memastikan kondisi seluruh jemaah.

“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan dokter kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jemaah yang memerlukan penanganan segera atau ada kondisi kesehatan tertentu yang harus dipantau lebih lanjut,” kata Resnita saat melakukan observasi jemaah, Sabtu 13 Juni 2026.

Selain pemeriksaan awal, seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji juga menjalani pemantauan menggunakan thermal scanner guna mendeteksi suhu tubuh dan kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. “Setiap jemaah yang tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk melihat kondisi suhu tubuh dan mendeteksi apabila ada indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.

Pada kedatangan Kloter 09 Debarkasi Padang, tim kesehatan melakukan observasi terhadap empat jemaah yang membutuhkan pemantauan khusus sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan pulang. Kloter 09 membawa 390 jemaah dan petugas yang berasal dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padang Panjang, Payakumbuh, dan Kota Padang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 orang merupakan jemaah lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.

Empat jemaah yang menjalani observasi yakni Yuliar (84) asal Kabupaten Solok yang mengeluhkan pusing dengan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah tinggi. Yuliar juga memiliki riwayat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit yang menyebabkan kesulitan berjalan sehingga harus dibawa menggunakan ambulans dari BIM menuju Asrama Haji.

Jemaah lainnya, Sawinar (81), juga menjalani observasi karena kadar gula darah tinggi disertai keluhan nyeri yang menjalar dari pinggang hingga ke kaki. Sementara itu, Martini (71) mendapatkan pemantauan karena mengalami hipokalemia atau kondisi kadar kalium dalam darah yang berada di bawah batas normal. Sedangkan Andriana (67) mengalami sesak napas sesaat setelah tiba di Asrama Haji dan langsung dibawa ke Klinik Kesehatan Debarkasi menggunakan kursi roda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Pada Kloter 09 ada empat jemaah yang kami observasi di klinik kesehatan debarkasi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan, alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan pulang bersama rombongan,” jelas Resnita.

Menurutnya, observasi yang dilakukan merupakan langkah antisipatif untuk memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah yang meninggalkan Asrama Haji benar-benar dalam kondisi yang terpantau dengan baik. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami observasi dan tindak lanjuti sebelum mereka kembali ke daerah,” katanya.

Hingga kedatangan Kloter 09, sebanyak 3.515 jemaah dan petugas Debarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air. Seluruh jemaah yang tiba tetap menjalani pemantauan kesehatan sebagai bagian dari prosedur debarkasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....