Tanah Suci Jadi Ruang Belajar Kehidupan bagi Dokter Haji

  • 13 Jun 2026 21:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bertugas melayani jemaah haji di Arab Saudi identik dengan jadwal yang padat, cuaca ekstrem, dan tanggung jawab besar terhadap kesehatan serta keselamatan jemaah. Namun bagi dr. Yelvi Novita Roza, pengalaman tersebut justru menjadi perjalanan spiritual yang penuh makna.

Dokter yang bertugas sebagai tenaga kesehatan haji itu mengaku merasakan banyak kemudahan dan pertolongan selama menjalankan tugas di Tanah Suci. Menurutnya, aktivitas yang padat tidak terasa melelahkan karena ia merasakan dukungan dan pertolongan Allah hadir di setiap kesempatan.

"Arab Saudi itu tempat yang ajaib. Tidak terasa lelah meski aktivitas begitu padat. Semua pertolongan dari Tuhan terasa begitu nyata dan datang pada saat yang tepat," ujar Yelvi pada Jumat 12 Juni 2026.

Yelvi menuturkan, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar menjalankan tugas profesional sebagai tenaga kesehatan. Lebih dari itu, ia memperoleh banyak pelajaran hidup yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Menurutnya, ibadah haji merupakan miniatur kehidupan manusia yang mengajarkan nilai kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. "Di sana kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Apa yang kita lakukan di Tanah Suci sebenarnya menggambarkan bagaimana kita menjalani kehidupan di Indonesia," katanya.

Selama bertugas, Yelvi menyaksikan berbagai pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan dengan logika semata. Di tengah kesibukan melayani jemaah dengan beragam kondisi kesehatan, ia justru merasakan energi dan semangat yang terus mengalir.

Ia juga merasakan kuatnya ikatan persaudaraan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, perbedaan daerah dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan mendukung.

"Banyak sekali pertolongan yang kami rasakan. Banyak pula saudara dan keluarga baru yang kami temukan. Di sana kita benar-benar merasakan arti keluarga dan kebersamaan," ungkapnya.

Sebagai dokter kloter, Yelvi turut menyaksikan langsung dedikasi para tenaga kesehatan Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji. Ia menilai seluruh petugas bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

"Kami berusaha melayani sepenuh hati. Ketika jemaah sakit, seluruh tim bergerak cepat. Alhamdulillah, banyak jemaah yang kondisinya membaik setelah mendapatkan penanganan," ujarnya.

Selain pengalaman bertugas, Yelvi juga mengaku memperoleh berbagai kemudahan yang menjadi kenangan berharga selama berada di Tanah Suci. Di antaranya kesempatan memasuki Raudhah tanpa antrean panjang serta dapat mendekati Ka'bah dengan lebih mudah.

"Banyak hal luar biasa yang saya alami di sana. Rasanya seperti mendapatkan undangan khusus dari Allah. Semua terjadi begitu saja dan meninggalkan rasa syukur yang mendalam," katanya.

Kini, setelah kembali ke Tanah Air, Yelvi merasa membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman bertugas. Ia membawa pelajaran tentang ketulusan, pengabdian, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang melayani sesama dengan ikhlas.

"Yang paling saya syukuri bukan hanya bisa bertugas dan melayani jemaah, tetapi juga pelajaran hidup yang saya dapatkan. Di sana saya belajar bahwa ketika kita ikhlas membantu orang lain, Allah akan menunjukkan begitu banyak jalan kemudahan yang tidak pernah kita duga sebelumnya," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....