Jemaah Haji Bukittinggi Sebut Armuzna Ajarkan Kesabaran dan Kebersamaan
- 12 Jun 2026 07:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pengalaman menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi pelajaran berharga bagi sejumlah jemaah haji asal Kota Bukittinggi yang tergabung dalam Kloter 07 Debarkasi Padang. Salah seorang jemaah, Merita Roza, mengatakan Armuzna menjadi fase yang paling berkesan sekaligus menguji kesabaran selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Di Armuzna, kesabaran dan kebersamaan benar-benar dilatih. Selain itu kita juga dituntut untuk disiplin dan menghargai waktu,” kata Merita di Padang pada , Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah di Armuzna memberikan banyak pelajaran hidup, terutama tentang pentingnya menghargai sesama dan mematuhi aturan di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara. Ia mengaku banyak merasakan kemudahan selama menjalankan ibadah haji. Berbagai kekhawatiran sebelum keberangkatan, menurutnya, terjawab dengan kelancaran seluruh rangkaian ibadah yang dijalani.
“Banyak sekali keajaiban yang saya rasakan selama berhaji. Semua terasa dimudahkan oleh Allah,” ujarnya.
Selain pengalaman spiritual, Merita juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. “Pelayanannya baik sekali. Mulai dari akomodasi hotel hingga penyediaan makanan yang berlimpah. Alhamdulillah sangat membantu jemaah,” katanya.
Senada dengan Merita, jemaah lainnya, Ayu Romaniza, menilai Armuzna memberikan pelajaran tentang kerendahan hati. Menurutnya, jutaan jemaah yang mengenakan pakaian ihram yang sama menunjukkan bahwa seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT.
“Di Armuzna, kita semua setara. Di sana kita benar-benar merasakan betapa kecilnya diri kita di hadapan kekuasaan Allah,” ungkap Ayu.
Meski mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Ayu berharap pendampingan terhadap jemaah lanjut usia dapat menjadi perhatian pada penyelenggaraan haji mendatang. Menurutnya, jemaah lansia membutuhkan pendampingan yang lebih intensif mengingat padatnya rangkaian ibadah yang harus dijalani selama di Tanah Suci.
“Bagi jemaah lansia hendaknya memang ada pendamping yang lebih fokus. Kalau hanya mengandalkan teman satu rombongan, kadang cukup sulit karena semua jemaah juga sedang menjalankan ibadahnya masing-masing,” ujarnya.
Kedua jemaah berharap nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, kebersamaan, disiplin, dan kerendahan hati, dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke Tanah Air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....