Suhu Makkah 47 Derajat, Jemaah Haji Diminta Kurangi Aktivitas Luar Hotel

  • 27 Mei 2026 00:39 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Suhu udara di Makkah mencapai 47 derajat Celsius pada siang hari, memaksa jemaah haji Indonesia membatasi aktivitas di luar hotel menjelang puncak ibadah haji. Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit.

Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, yang berada di Tanah Suci sebagai bagian dari Tim Dewan Pengawas Haji Indonesia 2026, Senin, 25 Mei 2026. Ia menilai kesiapan fisik menjadi faktor krusial agar jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Puncak haji Armuzna membutuhkan kondisi fisik yang prima. Saya mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar benar-benar menjaga kesehatan dan mempersiapkan stamina sejak sekarang," ujar Lisda.

Lisda meminta jemaah memperbanyak konsumsi air putih dan tidak memaksakan diri melakukan kegiatan berlebihan sebelum fase Armuzna dimulai. Menjaga waktu istirahat yang cukup disebut sebagai kunci utama agar tubuh tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah yang padat dan menguras tenaga.

"Cuaca di sini sangat panas, jemaah harus banyak minum air putih. Selain itu, mengurangi aktivitas di luar hotel jika tidak penting, dan jangan memaksakan diri," ujar Lisda.

Ia juga meminta jemaah disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan di lapangan. Jemaah yang mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun diminta segera melapor agar mendapat penanganan medis lebih cepat.

"Jangan menunda melapor jika merasa kurang sehat. Petugas kesehatan sudah disiapkan untuk membantu jemaah agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman," kata Lisda.

Lisda turut menyoroti pentingnya kesiapan layanan kesehatan selama fase Armuzna berlangsung. Ia berharap seluruh pos layanan medis dan tenaga kesehatan bersiaga penuh menghadapi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan jemaah pada puncak haji.

Armuzna merupakan rangkaian inti ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. Fase ini dikenal sebagai yang paling melelahkan secara fisik karena jemaah harus berpindah lokasi dalam waktu singkat di tengah cuaca Arab Saudi yang ekstrem.

Berdasarkan data Kementerian Agama, Indonesia mengirimkan lebih dari 200 ribu jemaah haji pada musim haji 2026. Jumlah yang besar ini menuntut kesiapan layanan kesehatan yang optimal agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan selamat dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....