Jemaah Haji Sawahlunto Wafat sebelum Puncak Ibadah Haji

  • 24 Mei 2026 20:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci bagi jemaah Embarkasi Padang. Mainusni Marukun (74), jemaah haji Kloter PDG 12 asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Al Noor Makkah.

Almarhumah yang menempati pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah itu meninggal dunia sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Jumat , 22 Mei 2026 pukul 12.30 Waktu Arab Saudi. Mainusni berangkat menunaikan ibadah haji didampingi sang anak, Surtiyaningsih.

Informasi wafatnya jemaah tersebut disampaikan Pembimbing Ibadah Kloter PDG 12, Yusmanto dan Ketua Kloter, Ifkar. Mereka menjelaskan, sebelumnya almarhumah sempat beberapa kali mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas yang dialaminya selama berada di Makkah.

Petugas kloter menyebut Mainusni bahkan dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor Makkah. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, almarhumah kembali dipulangkan ke hotel untuk menjalani perawatan lanjutan bersama tim kesehatan sektor dan kloter.

“Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” tulis petugas kloter, Minggu, 24 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah didiagnosis mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas serta gangguan jantung. Meski demikian, pada Jumat pagi kondisi almarhumah disebut masih cukup baik dan tampak bersemangat menyambut keberangkatan menuju Armuzna.

“Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna,” ujar petugas kloter 12. Namun setelah pelaksanaan salat Jumat, kondisi Mainusni tiba-tiba menurun. Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan EKG, tetapi denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar, M. Rifki menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Sawahlunto tersebut. Ia menjelaskan seluruh proses pemulasaran jenazah dilakukan tanpa biaya oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Almarhumah disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di Pemakaman Al Sharaya, Makkah.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....