Jemaah Calon Haji ( CJH) Kloter I Embarkasi Padang Tiba di Asrama Haji

  • 23 Apr 2026 11:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Jemaah Calon Haji (CJH) Kelompok Terbang (kloter) pertama tiba di embarkasi Padang, Kamis 23 April 2026 pagi, sesuai jadwal dan menjalani proses penerimaan awal di Asrama Haji Padang. Sejumlah bus yang membawa jemaah tiba secara bertahap.

Setibanya di asrama Haji seluruh Jemaah Calon Haji mendapatkan pelayanan terpadu melalui sistem One Stop Service. Layanan ini merupakan inovasi yang memusatkan seluruh kebutuhan jemaah dalam satu lokasi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih tersebar di beberapa titik pelayanan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kedatangan jemaah kloter pertama tersebut.

“Pertama kita bersyukur kepada Allah, sesuai jadwal kedatangan jemaah haji yang tergabung dalam kloter 1 di embarkasi Padang sudah berjalan dengan baik dan saat ini masih dalam proses penerimaan awal di asrama haji ," ungkap Rifki. "Seluruh layanan kita satukan dalam satu pintu. Jadi jemaah cukup datang sekali dan langsung mendapatkan semua pelayanan di aula kedatangan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang, paspor hingga living cost.”

Selain itu, tahun ini terdapat layanan baru yang menjadi prioritas, yakni penyerahan kartu nusuk kepada jemaah sejak di asrama haji. Kartu ini berfungsi sebagai identitas utama selama berada di Arab Saudi dan sangat penting untuk menunjang kelancaran ibadah.

“Kalau tahun sebelumnya kartu nusuk dibagikan di Arab Saudi, sekarang sudah kita serahkan di asrama. Ini sangat penting karena kartu tersebut seperti KTP bagi jemaah selama di sana. Alhamdulillah prosesnya cepat, hanya sekitar satu menit per orang,” ujanya.

M. Rifki, menambahkan, dijadwalkan Jemaah Calon Haji (CJH) Kloter satu dengan jumlah jemaah 386 orang akan bertolak menuju Jeddah pukul 1 dini hari Jumat, 24 April 2026 WIB.

Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang, dr. Mawari Edy, M.Epid, menuturkan kondisi kesehatan jemaah telah dipersiapkan sejak dari daerah asal. Pemeriksaan dilakukan secara berlapis untuk memastikan jemaah layak terbang dan mampu menjalankan ibadah.

“Pemeriksaan kesehatan jemaah sudah dilakukan sejak di puskesmas hingga rumah sakit. Tahun ini jauh lebih ketat, dan kami di embarkasi memastikan kembali kondisi tersebut sebelum memberikan clearance keberangkatan,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....