Komunitas Padang Board Game Ajak Anak Muda Rehat Sejenak dari Gawai

  • 05 Sep 2026 11:39 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Gim simulasi memasak edukatif yang ditujukan untuk melatih pola pikir strategis serta kreativitas anak-anak hingga remaja.
  • Tantangan terbesar memperkenalkan board game adalah kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih hiburan instan dari smartphone karena jaraknya paling dekat dengan genggaman.
  • Keunggulan board game terletak pada interaksi tatap muka langsung (face-to-face) yang dapat mempererat ikatan komunikasi fisik serta mengalihkan kebiasaan kumpul pasif akibat gawai.

RRI.CO.ID, Padang - Suasana studio RRI Pro 1 Padang terasa sangat hangat saat siaran Obrolan Komunitas berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 lalu. Dipandu oleh Rani Zuwe, menyapa pendengar dengan menghadirkan tiga pemuda kreatif anggota dari komunitas Padang Board Game ke studio.

Tiga narasumber yang hadir adalah Zahari Ronaldi bersama Dirgantara serta Arya Bisma untuk meramaikan sesi acara siaran langsung. Mereka membagikan kisah seru seputar dunia permainan papan lokal yang kini mulai banyak diminati anak muda Kota Padang.

Dalam acara tersebut mereka memainkan gim edukatif buatan produsen Bambam Kingdom berjudul The Adventure of Bambam Cooking Class. Permainan lokal ini dirancang khusus guna melatih daya pikir serta keahlian kreativitas kelompok anak hingga kalangan usia remaja.

Setiap pemain bertugas mengumpulkan empat resep makanan lezat dengan mencocokkan berbagai jenis kartu bahan baku yang sudah tersedia. Berbagai pilihan menu menarik seperti Cheese Pizza hingga Beef Steak dapat diolah melalui perhitungan strategi susunan kartu tepat.

Mekanisme permainan ini menjadi sangat unik karena menghadirkan sistem duel ala poker untuk menentukan sosok pemenang resep masakan. Pemain yang kalah dalam adu kartu tetap memperoleh bentuk apresiasi berupa kartu bahan tambahan agar permainan tetap berlanjut.

Di tengah keseruan permainan berlangsung para narasumber sempat menjawab pertanyaan dari pendengar bernama Mas Theo asal Kota Magelang. Pertanyaan tersebut menanyakan tantangan utama dalam memperkenalkan budaya bermain papan permainan di tengah maraknya gempuran gim ponsel pintar.

Dirgantara menjelaskan bahwa masyarakat saat ini cenderung menyukai hal instan yang sangat mudah diakses lewat layar ponsel pintar. Ia menegaskan bahwa manusia itu dekat dengan handphone jadi apapun yang terdekat mereka mengambil langkah yang cukup instan.

Sementara itu Arya Bisma menambahkan bahwa interaksi tatap muka secara langsung memberikan kehangatan ikatan silaturahmi yang sangat nyata. Menurut Arya komunikasi via bermain papan permainan ini membuat ikatan terasa sangat hangat dan rekat bagi para pemainnya.

Zahari Ronaldi juga turut menyampaikan sudut pandangnya mengenai kebiasaan anak muda yang sering sibuk menatap gawai saat berkumpul. Tantangan terbesarnya adalah mengajak para pecandu gim daring untuk mau mencoba keseruan interaksi dari fisik permainan papan ini.

Sesi permainan di dalam studio siaran akhirnya ditutup setelah mencapai batas durasi waktu tayang selama hampir 40 menit. Perhitungan poin akhir dilakukan secara cermat dengan mengumpulkan angka dari resep masakan serta kartu aksi milik para pemain.

Papan skor akhir mencatat kemenangan Dirgantara yang sukses mengumpulkan total 21 poin setelah memanfaatkan berbagai kartu aksi unggulan. Arya Bisma menyusul di posisi kedua dengan 18 poin lalu penyiar Rani memperoleh 14 poin dan Ronald 9.

Siaran interaktif RRI Pro 1 Padang ini sukses membuktikan bahwa permainan fisik tetap mampu menghadirkan kehangatan dalam kebersamaan. Komunitas Padang Board Game berharap masyarakat semakin tertarik untuk meluangkan waktu berinteraksi langsung tanpa adanya ketergantungan gawai pintar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....