Keseruan Game Flesh and Blood Ramaikan Obrolan Malam Pro 1 RRI Padang
- 26 Jun 2026 11:38 WIB
- Padang
Poin Utama
- Meskipun dimainkan menggunakan kartu fisik, game Flesh and Blood menawarkan ketegangan duel satu lawan satu yang intens.
- Duel kartu tradisional ini tetap memanfaatkan sentuhan modern melalui penggunaan aplikasi ponsel pintar bernama FAB Life, yang berfungsi menggantikan dadu konvensional untuk menghitung sisa poin darah (HP) secara akurat.
- Setiap giliran penuh dengan perhitungan matematis yang seru, mulai dari kalkulasi damage, sistem pertahanan (block), hingga kemunculan token khusus sebagai strategi balasan.
RRI.CO.ID, Padang - Suasana malam di studio Pro 1 RRI Padang mendadak terasa sangat seru saat dua pemuda mulai menggelar permainan mereka. Kehadiran Muhammad Firli dan Arya Bisma dari komunitas Padang Board Game sukses memeriahkan program Obrolan Komunitas di studio Pro 1.
Acara yang disiarkan pada Kamis, 25 Juni 2026 ini mengenalkan permainan kartu unik bernama Flesh and Blood. Permainan asal Selandia Baru buatan Legend Story Studios itu terbukti mampu bertahan sejak pertama rilis Oktober 2019.
Industri permainan fisik sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19 pada 2020, namun game ini justru semakin populer. Kedua narasumber menjelaskan bahwa game ini menawarkan sensasi pertempuran satu lawan satu yang sangat menegangkan mirip Tekken.
Pertandingan malam itu memakai format Silver Age yang membatasi kartu hanya pada tingkat kelangkaan Common dan Rare. Pembatasan ini sengaja dilakukan agar permainan menjadi lebih ramah bagi para pemula yang baru ingin mencoba bergabung.
Firli terlihat memakai karakter pahlawan Azalea yang merupakan seorang pemanah tangguh dengan modal awal sebesar 20 HP. Sementara itu Arya sibuk mempersiapkan aplikasi FAB Life pada ponsel pintar miliknya untuk menghitung sisa poin darah.
Dalam sesi simulasi Firli langsung melancarkan kombinasi kartu Take Aim dan Drill Shot yang menghasilkan total 10 damage. Arya yang terkejut hanya mampu menahan dengan kartu pertahanan bernilai 1 block sehingga darahnya berkurang 9 poin.
Memasuki ronde kedua giliran Arya yang membalas lewat serangan bernilai 5 damage setelah membayar biaya 2 resource. Firli dengan sigap menahan gempuran tersebut menggunakan kartu pertahanan Lace with Frailty yang memiliki nilai 2 block.
Pertandingan semakin memanas pada ronde ketiga saat Firli meluncurkan kartu Ravenous Rebel berkekuatan total hingga 4 damage. Arya langsung mengeluarkan taktik Defense Reaction memakai kartu Reduce to Ruschan demi membendung serangan berbahaya milik lawannya.
Pertahanan total Arya mencapai angka 5 sehingga seluruh serangan panah dari karakter Firli berhasil ditahan dengan sempurna. Efek kartu pertahanan tersebut bahkan berhasil memicu munculnya sebuah Runeband Token baru yang sangat berguna di arena.
Obrolan santai yang disiarkan lewat aplikasi RRI Digital dan siaran di FM 95,9 MHz ini memperlihatkan bahwa permainan kartu fisik masih sangat diminati. Komunitas Padang Board Game berharap lewat acara ini akan ada lebih banyak anak muda Padang yang bergabung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....