Mengasah Strategi Membaca Ekspresi lewat Kakerlaken Poker Royal

  • 19 Jun 2026 17:42 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Meskipun menggunakan nama "poker", permainan kartu ini sama sekali tidak menggunakan taruhan atau judi, melainkan berfokus pada strategi psikologis.
  • Pemain dinyatakan kalah jika kehabisan kartu di tangan atau jika terpaksa mengumpulkan 4 kartu dengan gambar hewan yang sejenis di meja mereka.
  • Mengenalkan permainan papan (board game) berdurasi seru asal Jerman bernama Kakerlaken Poker Royal yang sudah diciptakan sejak tahun 2004.

RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Padang Board Game kembali hadir mengunjungi studio RRI Pro satu Padang untuk mengenalkan permainan papan unik asal Jerman. Acara Obrolan Komunitas yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 tersebut berlangsung sangat meriah dengan berbagai keseruan interaktif.

Tiga pemuda kreatif bernama Garry Yuliantrino bersama rekan Rifki Fayzi dan Harry Nafil tampak memandu langsung simulasi permainan kartu sangat menantang. Mereka mengenalkan sebuah permainan psikologis berdurasi seru berjudul Kakerlaken Poker Royal yang diciptakan sejak tahun 2004 yang berasal dari Jerman.

Nama unik permainan papan populer ini sengaja diambil dari kosakata bahasa Jerman asli yang memiliki arti sebagai kecoa. Meskipun membawa unsur kata poker yang khas namun mekanisme permainan di dalamnya sama sekali tidak melibatkan unsur perjudian.

Para pemain justru diajak untuk saling mengasah kemampuan utama dalam membaca ekspresi wajah lawan lewat strategi gertakan murni. Permainan kartu berkelompok ini menjadi pilihan hiburan edukatif alternatif yang sehat bagi segenap generasi muda di Kota Padang.

Satu kotak mainan ini secara khusus sudah menyediakan total 64 lembar kartu bergambar aneka macam hewan hama menjijikkan. Gambar satwa yang tersedia meliputi kecoa lalu katak kemudian tikus serta lalat hingga kalajengking dan juga kelelawar liar.

Aturan utama permainan unik ini mengharuskan seluruh persediaan kartu dibagikan secara merata kepada setiap peserta yang ikut bermain. Setiap orang harus menyodorkan kartu secara tertutup sambil melontarkan sebuah pernyataan jujur atau sebuah kebohongan yang sangat meyakinkan.

Penerima tantangan gertakan tersebut kemudian diberikan tiga buah pilihan tindakan opsional yaitu percaya atau tidak percaya atau pas. Pilihan pas membuat seorang pemain bisa melihat isi kartu terlebih dahulu sebelum mengoper kembali kepada peserta yang lainnya.

Peserta yang gagal menebak gertakan dengan benar terpaksa harus mengumpulkan kartu tersebut di hadapan mereka sebagai denda kelalaian. Sesi siaran langsung di studio penyiaran radio daerah tersebut seketika menjadi dipenuhi gelak tawa akibat taktik tipu daya.

Kondisi kekalahan mutlak akan dialami oleh pemain yang kedapatan mengumpulkan sebanyak 4 buah kartu sejenis di hadapan mereka. Selain itu seseorang juga dinyatakan langsung kalah apabila seluruh persediaan kartu di dalam genggaman tangan mereka habis total.

Kegiatan edukatif ini membuktikan bahwa permainan papan terbukti mampu mempererat hubungan sosial sekaligus melatih fokus konsentrasi para remaja. Siaran menarik dari lembaga penyiaran publik tersebut sukses memberikan sebuah inspirasi positif mengenai pemanfaatan waktu luang secara sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....