Dari Alumni untuk Kota: Kisah BOM RUN 2026
- 17 Jun 2026 10:53 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Bulan Agustus menjadi momen istimewa bagi Kota Padang yang akan memperingati Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357. Dalam rangkaian perayaan tersebut, berbagai kegiatan telah disiapkan, salah satunya Blue Ocean Minang Run (BOM RUN) 2026 yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang.
BOM RUN akan digelar pada 9 Agustus 2026 dengan mengusung konsep sport tourism. Melalui kegiatan ini, panitia ingin memperkenalkan Kota Padang melalui perpaduan olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya kepada masyarakat luas.
Koordinator Kemitraan dan Sponsorship BOM RUN, Adril Syukri, dalam program Sore Ceria RRI Pro 2 Padang menjelaskan bahwa nama Blue Ocean Minang Run memiliki filosofi yang erat dengan identitas daerah. "Blue Ocean" menggambarkan Kota Padang sebagai kota pesisir yang kaya akan potensi laut dan pantai, sementara "Minang" merepresentasikan akar budaya serta identitas masyarakat Minangkabau.
Menariknya, kegiatan ini digagas oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKAS Mantri). Berawal dari semangat kebersamaan para alumni, BOM RUN hadir sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mempromosikan daerah sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan kedua setelah pelaksanaan perdana pada 2025 mendapat respons positif dari masyarakat. Panitia berharap BOM RUN dapat berkembang menjadi agenda tahunan Kota Padang dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya.
BOM RUN menyediakan berbagai kategori lomba yang dapat diikuti oleh seluruh kalangan. Mulai dari kategori 1 kilometer untuk lansia, 2 kilometer untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, hingga kategori 5K, 10K, dan 21K bagi pelari pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah mencapai sekitar 2.500 peserta hingga pertengahan Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen peserta berasal dari Kota Padang, sementara 70 persen lainnya datang dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Pekanbaru, Medan, Jakarta, Pulau Jawa, hingga Makassar.
Selain menjadi ajang olahraga, BOM RUN juga menawarkan pengalaman menikmati keindahan Kota Padang melalui rute yang telah disiapkan panitia. Untuk kategori 21K, peserta akan melintasi kawasan Gunung Padang dan Bukit Gado-Gado yang dikenal memiliki panorama pesisir serta tingkat elevasi yang menantang.
Kehadiran ribuan peserta diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi daerah. Mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel dan penginapan, bertambahnya aktivitas UMKM, hingga tumbuhnya sektor kuliner dan jasa wisata lokal selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Melalui BOM RUN, panitia juga ingin memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang sehat, aktif, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi. Konsep sport tourism yang diusung diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Meski demikian, Adril mengakui bahwa dukungan sponsor masih menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar tersebut. Namun, panitia tetap melibatkan berbagai sponsor lokal sebagai bentuk kolaborasi bersama sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada ribuan peserta dan pengunjung yang hadir
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....