Empat Musim Pertiwi: Pulang setelah 20 Tahun, Membuka Luka yang Belum selesai

  • 30 Sep 2026 16:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada kepulangan yang membawa kebahagiaan, tetapi ada pula kepulangan yang justru membuka pintu menuju masa lalu. Empat Musim Pertiwi mengambil titik berangkat dari seorang perempuan bernama Pertiwi yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun, membawa sesuatu yang belum selesai dari masa lalu dan membuat kepulangannya tidak disambut hangat oleh warga maupun keluarganya sendiri.

Pertiwi diperankan Putri Marino, sementara hanya Mak Ira yang diperankan Christine Hakim dan Bisma yang diperankan Arya Saloka yang menyambut kedatangannya. Bagi Pertiwi, kembali bukan berarti melarikan diri dari masa lalu, melainkan menghadapi kembali pengalaman yang pernah membawanya ke penjara dan meninggalkan luka yang begitu dalam.

Di tangan Kamila Andini, kisah tersebut tidak semata-mata diceritakan melalui dialog dan peristiwa. Alam justru menjadi bagian penting dari bahasa film, termasuk lanskap yang terinspirasi dari Gunung Bromo; sang sutradara menyebut gagasan film ini telah dikembangkan sejak 2017 dan melihat lanskap tersebut sebagai ruang visual yang mampu menghadirkan gagasan tentang “empat musim” dalam satu tempat.

Judul Empat Musim Pertiwi pun terasa seperti metafora perjalanan hidup sang tokoh utama. Indonesia memang tidak memiliki empat musim seperti negara-negara tertentu, tetapi film ini menggunakan gagasan tersebut untuk menggambarkan perubahan, fase kehidupan, kegelapan, kehilangan, dan perlahan munculnya kesempatan untuk kembali menemukan cahaya.

Film produksi Forka Films ini juga memiliki perjalanan internasional sebelum bertemu penonton Indonesia. Dengan judul internasional Four Seasons in Java, film tersebut dijadwalkan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival 2026 dalam program Centrepiece sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Pitrashata Malasan, serta sejumlah aktor lainnya, Empat Musim Pertiwi menawarkan cerita tentang keberanian kembali ke tempat yang pernah ditinggalkan. Bukan untuk menghapus apa yang sudah terjadi, melainkan untuk menatapnya sekali lagi dan mencari kemungkinan bahwa setelah masa paling gelap sekalipun, seseorang masih bisa menemukan jalan untuk pulang dan kembali mekar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....