Bagaimana Astrologi Barat Menembus Budaya Nusantara?
- 30 Jun 2026 10:31 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang — Zodiak menjadi trend populer di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk generasi Z saat ini. Padahal, sistem astrologi ini tidak memiliki akar sejarah dalam tradisi asli Nusantara.
Perpustakaan Universitas Brawijaya mencatat zodiak berasal dari peradaban Babilonia sekitar dua ribu tahun sebelum masehi. Bangsa tersebut menggunakan sistem ini untuk memetakan pergerakan benda langit secara teratur.
Zodiak mengacu pada dua belas rasi bintang yang membentang di langit sekitar garis ekliptika. Setiap tanda zodiak memiliki rentang waktu yang sama, yakni sekitar tiga puluh derajat busur.
Astrologi kemudian berkembang menggunakan horoskop untuk menilai karakter serta memprediksi nasib masa depan seseorang. Namun, pandangan ilmiah menganggap astrologi sebagai sains semu karena tidak berlaku secara universal.
Indonesia memiliki kekayaan tradisi penanggalan sendiri seperti Weton atau Primbon yang masih banyak diyakini. Tradisi lokal tersebut berfungsi untuk menentukan watak serta waktu baik dalam berbagai kegiatan.
Kepercayaan zodiak di Indonesia terus bertahan karena otak manusia cenderung menghindari ketidakpastian dalam hidup. Media massa dan trend global turut memperkuat popularitas ramalan bintang tersebut di masyarakat.
Masyarakat diharapkan mampu membedakan antara astronomi sebagai ilmu pengetahuan dan astrologi sebagai hiburan semata. Pemahaman kritis diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....