Pandai Besi di Padang Bertahan di tengah Gempuran Produk Pabrikan
- 05 Agt 2026 08:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Di tengah derasnya arus modernisasi dan maraknya produk pabrikan, seorang pandai besi di Kota Padang tetap mempertahankan tradisi menempa besi secara manual. Berbekal keterampilan yang diwariskan turun-temurun, ia terus menghasilkan peralatan pertanian berkualitas yang bahkan telah dipesan hingga luar daerah. Berikut terangkum dalam mini feature bersama Bobby Febrianda.
Di tengah gempuran produk pabrikan dan perkembangan teknologi digital, suara dentingan palu yang menempa besi masih menggema dari bengkel sederhana milik Pardi atau akrab disapa Kang Pardi. Pandai besi yang berada dikawasan Simpang Ampang, Kota Padang ini telah puluhan tahun menggeluti profesinya dengan menghasilkan berbagai peralatan tajam yang dibuat dengan cara tradisional.
Kang Pardi kepada RRI Padang , Rabu, 4 Agustus 2026 mengatakan dirinya mulai menekuni usaha pandai besi secara serius sejak awal tahun 1990-an. Meski telah mengenal pekerjaan tersebut sejak lama, ia baru menjadikannya sebagai mata pencaharian utama lebih dari tiga dekade lalu. Baginya, pekerjaan itu bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga warisan keterampilan keluarga agar tidak hilang ditelan zaman.
Di bengkelnya, Kang Pardi memproduksi beragam peralatan berbahan besi, mulai dari sabik, pisau, ladiang hingga perlengkapan peternakan dan pertanian lainnya. Namun, ia mengaku lebih dikenal sebagai pembuat sabit karena memiliki teknik pengerjaan yang menjadi ciri khas usahanya.
"Saat ini sebagian besar pelanggan berasal dari Sumatera Barat, pesanan juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa hasil karyanya pernah dipesan oleh pelanggan dari luar negeri. Kepercayaan tersebut diperoleh bukan melalui promosi besar-besaran, melainkan dari rekomendasi para pelanggan yang puas dengan kualitas hasil kerja," kataKang Pardi.
Seperti Syarif, salah seorang pelanggannya yang mengaku rutin memperbaiki berbagai peralatan pertaniannya seperti parang, sabik, beliung dan golok di bengkel tersebut. Ia menilai hasil pengerjaan Kang Pardi lebih baik dibandingkan tempat lain, meski ia harus datang dari jauh.
"Selain kualitas yang memuaskan, biaya reparasi juga dinilai terjangkau. Hasil yang diperoleh sepadan karena alat kembali tajam dan nyaman digunakan. Menurutnya, ketajaman alat sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja sebagai petan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....