Penelitian Unand Dorong Penguatan Industri Halal Berbasis Konsumen Muda
- 17 Jul 2026 05:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Akademisi Universitas Andalas (Unand) melakukan penelitian kolaboratif internasional untuk mengkaji perilaku konsumen muda terhadap produk halal dan toyyib di Indonesia dan Yordania. Riset tersebut dipimpin Assoc. Prof. Dessy Kurnia Sari bersama Prof. Baker Ahmad Alserhan dari Sumaya University for Technology, Yordania, sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan industri halal global.
Penelitian ini juga melibatkan tim peneliti Unand, yakni Laura Amelia Triani, Devi Yulia Rahmi, dan Mayang Larasati, serta sejumlah mahasiswa yang berperan dalam proses pengumpulan hingga analisis data. Kegiatan riset tersebut bertujuan memperkuat kapasitas peneliti muda sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional di bidang industri halal.
Assoc. Prof. Dessy Kurnia Sari menjelaskan Indonesia dan Yordania dipilih sebagai lokasi penelitian karena sama-sama memiliki mayoritas penduduk Muslim, tetapi memiliki karakteristik sosial, budaya, ekonomi, dan perkembangan industri halal yang berbeda. Perbedaan tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai cara konsumen muda membangun kepercayaan dan mengambil keputusan dalam membeli produk halal dan toyyib.
"Indonesia merupakan pasar halal yang berkembang sangat pesat dengan tingkat digitalisasi tinggi, sedangkan Yordania mewakili kawasan Timur Tengah yang memiliki budaya dan sistem kelembagaan berbeda. Perbedaan ini memberikan perspektif yang menarik dalam memahami perilaku konsumen muda terhadap produk halal dan toyyib," ucapnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Dessy menyampaikan hasil penelitian menunjukkan faktor yang memengaruhi keputusan pembelian produk halal dan toyyib berbeda di kedua negara. Pada konsumen muda di Yordania, kesadaran terhadap konsep halal dan toyyib menjadi faktor utama, sedangkan di Indonesia tingkat religiositas menjadi faktor yang paling dominan dalam mendorong keputusan pembelian.
"Semakin tinggi religiositas seseorang, semakin besar kecenderungannya memilih produk halal dan toyyib. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumen muda Indonesia memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap produk halal dalam negeri karena dinilai memiliki kualitas, standar produksi, dan keandalan yang baik," ujarnya.
Dessy menambahkan penelitian tersebut juga menemukan bahwa konsep toyyib kini dipahami lebih luas oleh generasi muda. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehalalan, tetapi juga mencakup keamanan pangan, kebersihan, kandungan gizi, keaslian produk, praktik bisnis yang etis, dan keberlanjutan.
Temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah, lembaga sertifikasi halal, dan pelaku industri. Hasil riset tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan serta strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen di berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....