Gelar Pelatihan Batik Cap, Pemko Pariaman Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat
- 08 Jul 2026 09:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Pembuatan Batik Cap yang diikuti oleh 20 peserta di Aula Disperindagkop & UKM Kota Pariaman, Selasa 7 Juli 2026.
“Kami bersama Wakil Walikota Pariaman mempunyai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program ini bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk mendirikan usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka makanan yang bervariasi ”, ungkapnya.
Yota Balad menjelaskan melalui pelatihan pembuatan batik cap ini kami ingin memastikan adik-adik semua tidak hanya mandiri secara keterampilan, tetapi juga berdaya dalam finansial langsung dari rumah tempat tinggal masing masing.
“Saya menginginkan agar pelatihan batik cap ini tidak sia-sia. Adik–adik harus punya kreasi, bagaimana batik sampan Pariaman ini bisa terekspos dan lebih dikenal masyarakat”, ulasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan kalau pembuatan batik yang dilaksanakan pada hari ini hasilnya bagus, tahun besok Pemko Pariaman akan menganggarkan baju batik gratis untuk siswa Sekolah Dasar (SD).
“Insyallah untuk tahun 2027 kita usahakan batik ini dipakai siswa SD se-Kota Pariaman dan juga akan kita intervensi supaya siswa SMA di Kota Pariaman juga memakainya sehingga batik yang dibuat hari ini bisa terkenal, ada hasilnya dan dapat dirasakan masyarakat Kota Pariaman”, terangnya.
Ia juga minta kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius, sungguh-sungguh dan niatkan kita adalah warga Kota Pariaman yang ingin berusaha dan memperbaiki perekonomian keluarganya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindag dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap kepada masyarakat.
“Selain itu, untuk menumbuhkan mental kewirausahaan dan merangsang lahirnya industri rumah tangga baru, mengubah peran masyarakat rentan dari konsumen mejadi produsen kreatif yang mandiri secara finansial”, ujarnya.
Ia menjelaskan pelatihan pembuatan batik cap ini diselenggarakan selama 5 (lima) hari yakni dari tanggal 7 s/d 11 Juli 2026.
“Peserta pelatihan batik cap ini berjumlah 20 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman. Seluruh peserta masuk kriteria desil 1 sampai dengan desil 5. Peserta juga mendapat bantuan usaha berupa paket peralatan batik lengkap yakni canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, pewarna, waterglass dan soda as”, terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....