BPS Sumbar Mulai Data UMKM hingga Konten Kreator dalam Sensus Ekonomi 2026

  • 11 Jun 2026 10:55 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) akan menurunkan ribuan petugas dan mitra untuk melakukan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan Sensus Ekonomi ke rumah warga dan pelaku usaha mikro kecil menengah dimulai pada 15 Juni 2026 mendatang.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, BPS bersama mitra Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten/kota di Sumbar terus mematangkan persiapan jelang pendataan lapangan. “Saat ini pelatihan dan pembekalan masih berlangsung. Ini menjadi bagian penting agar, petugas yang diturunkan sudah siap saat mendatangi rumah warga, untuk mencatat seluruh pelaku usaha non-pertanian, termasuk Usaha Mikro Kecil, serta para pelaku ekonomi kreatif dan pelaku ekonomi digital,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sejak dimulai Mei 2026 lalu, Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai dengan mendata untuk usaha besar. “Walaupun ini belum selesai karena masih banyak sekali, ada dari 2 ribu usaha besar. Kami baru menyelesaikan 200 lebih, artinya baru mencapai 10 persen. Kami sedang mempersiapkan Sensus Ekonomi untuk masuk ke usaha menengah, dan juga door-to-door nya,” kata Hasan.

Hasan mengungkapkan, banyak pelaku ekonomi yang bergerak di sektor rumah tangga, seperti UMKM yang tidak selalu memiliki toko fisik. “Itu yang kami akan sasar, sekaligus juga pendataan agar kemudian memastikan anak-anak muda sudah punya usaha yang sifatnya digital, ataupun online, marketplace itu juga akan di data dan terpetakan dengan baik melalui Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.

Sementara itu, konten kreator Minanglipp, Rico Saptahadi mengatakan, mengajak seluruh pegiat influencer dan pemengaruh di Sumatera Barat mendukung kegiatan pendataan Sensus Ekonomi 2026. “ Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan prospek bagus untuk mencatat perkembangan potensi ekonomi berbasis digital, terutama seperti kami yang konten kreator ini dapat dianggap dan dicatatlah sebagai salah satu lapangan usaha,” ujarnya

Pemuda yang akrab disapa Dalipp ini berharap, agar pemerintah dapat memberikan ruang lebih besar bagi perkembangan jasa ekonomi konten kreator sebagai salah satu lapangan usaha baru. Menurutnya, usaha yang dirintisnya sejak 2015 ini sudah berkembang pesat, seiring banyaknya permintaan jasa endorsemen maupun pemasaran UMKM secara digital.

“Harapan kami agar pemerintah memberikan ruang lebih bagi konten kreator, baik berupa pelatihan maupun pembinaan. Agar usaha kami terus berkembang dan dapat di sejajarkan dengan pekerjaan formal lainnya,” kata Rico.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....