Keripik Pisang Balado Menambah Cita Rasa Camilan

  • 21 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Jakarta - MF Tanti, salah satuUMKM yang kini bergeliat di Kota Padang. Dirintis oleh Tanti Sumarni sejak tahun 2000 dengan produk awalnya adalah kacang balado.

Ia mulai menggeluti usaha kecilnya ini berbekal kemampuan yang didapat saat bekerja sebagai cooker pada salah satu toko oleh-oleh di kota Padang. Walaupun sudah banyak merk yang memproduksi camilan berbahan kacang tanah dan cabai merah ini, Tanti sama sekali tidak pernah khawatir produknya tidak akan laku, dan memang begitu nyatanya, kacang balado yang dibandrol dengan harga Rp 500 rupiah dalam kemasan kecil ini laris manis dibeli oleh konsumen.

“Awalnya saya titip di warung-warung dekat rumah saja, ternyata banyak yang suka. Akhirnya saya mencoba untuk menitipkan ke toko-toko, dan alhamdulillah permintaan banyak dan tidak pernah berhenti”, ucapnya.

Pada tahun 2016, Tanti mulai berpikir untuk menghasilkan produk baru dari usaha yang dijalaninya. Keripik pisang balado, itulah produk berikutnya yang akan diperkenalkan Tanti kepada para penikmat camilan di kota Padang.

“Saya beli pisang, lalu saya berpikir membuat kripik pisang yang belum pernah dibuat orang. Menurut saya ini kuliner yang unik, karena biasanya keripik balado itu kan ubi, nah ini saya bikin dari pisang batu”, ungkap Tanti.

Camilan ini pun ternyata sangat diminati oleh konsumen, dengan rasa pisang yang manis bercampur rasa pedas dari cabai semakin menciptakan sensasi unik di lidah. Tanti mengemas dagangan keripiknya dengan kemasan plastik ukuran seperempat kilogram dan menyelipkan merk dagang “NMF Tanti” menggunakan kertas kecil pada bagian atasnya.

Produk yang dijual dengan harga Rp 22 ribu perbungkusnya ini berganti kemasan pada tahun 2017 saat Tanti bertemu dan bergabung dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang. Tenaga Pendamping yang ditugaskan dinas tersebut memberikan arahan dan pembekalan kepadanya bagaimana mengemas produk dengan baik untuk meningkatkan penjualan.

“Awalnya kan dibungkus pakai plastik biasa, terus nama merknya pakai kertas biasa juga. Tapi sejak ada arahan dari dinas, kemasannya sekarang lebih praktis dan menarik”, tambahnya.

Dalam hal pemasaran, berkat arahan Tenaga Pendamping, ia pun mulai menggunakan media sosial sebagai kanal promosi untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak. Disamping soft selling, Tanti juga melakukan promosi penjulana melalui kegiatan bazar UMKM dan lainnya yang direkomendasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

Hingga saat ini, NMF Tanti telah menambah satu produk penjualannya yang tidak kalah enak dan larisnya, yaitu kripik pisang coklat. Berbeda dengan kripik pisang lain, Tanti memiliki resep “hand made” sendiri yang menjadi rahasia camilan ini laris diburu oleh para konsumen.

“Coklatnya saya campur antara coklat bubuk dan cair tapi dengan perbandingan tertentu biar ketemu enaknya. Terus, pisangnya tidak sembarangan, saya beli pisang yang dari mentawai” kata Tanti.

Tiga produk andalan dari NMF Tanti, kacang balado, kirpik pisang balado dan kripik pisang coklat telah mewarnai dinamika UMKM di kota Padang. Bahkan, kehadiran produk unik kripik pisang balado yang pernah menyabet Juara 3 kompetisi Kuliner Unik yang digelar Dinas UMKM Kota Padang ini, semakin menambah khasah rasa bagi para penikmat camilan.

Harapanya tidak muluk-muluk, Tanti hanya ingin menambah “reseller” agar produknya lebih dikenal dan secara tidak langsung juga membuka lapangan pekerjaan baru berbasis digital untuk masyarakat. Bagi yang ingin kenal dengan produk ini dan merasakan nikmatnya camilan unik, dapat berkunjung ke NMF Tanti, Jl. Palinggam IV No 5, RT 003 RW 003, Kel. Pasa Gadang, Kec. Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....