Dari Kayu Apung Pantai Menjadi Karya Seni Bernilai

  • 11 Feb 2026 08:56 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Karya Driftwood merupakan seni kriya yang memanfaatkan kayu apung mulai berkembang di kota Padang. Driftwood yakni kayu yang terlepas secara alami dari pohon, terbawa aliran sungai hingga ke laut, lalu terdampar di pesisir pantai. 

Proses alam berupa gesekan air, paparan matahari, dan waktu yang panjang membentuk tekstur kayu yang licin, kuat, dan memiliki karakter unik, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan seni ramah lingkungan.

Kayu apung yang digunakan dalam seni driftwood umumnya tidak melalui proses pembentukan buatan. Inilah yang membuat seni driftwood memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual yang tinggi.

Di Kota Padang, seni driftwood mulai dikembangkan oleh Sri Intan Rahmadia, pemilik UMKM "Jajan Diakuu". Ia mengolah kayu apung yang ditemukan di pantai menjadi karya seni berupa diorama mini, dekorasi rumah, hingga lampu hias bernuansa alami.

“Prosesnya dari diambil, dicuci, dikeringkan lagi, lalu dicat," ujar Intan, Rabu 11 Februari 2026. "Setelah itu baru masuk ke tahap dekorasi. Ide dan dekorasinya saya kerjakan sendiri, dibantu suami untuk bagian rangka,” 

Setelah itu, kayu dipadukan dengan miniatur, lumut, dan bunga dekoratif yang menjadi ciri khas karyanya.

Proses dekorasi, jelas Intan, dilakukan secara detail agar menghasilkan tampilan yang artistik dan hidup. Pengerjaan satu produk driftwood dapat diselesaikan dalam waktu satu hari apabila desain telah tersedia.

“Kalau dari modal memang tidak besar, tapi untuk harga bisa sampai satu juta rupiah tergantung ukuran dan tingkat kerumitan,” kata Intan. 

Karya seni driftwood buatan Jajan Diaku telah diminati oleh kolektor miniatur dan pencinta dekorasi rumah dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Bahkan, permintaan dari luar negeri mulai berdatangan, meski pengiriman internasional masih dipertimbangkan karena faktor keamanan produk. Ke depan, kata Intan, pengembangan seni driftwood diharapkan tidak hanya menjadi produk dekorasi, tetapi juga memperkuat potensi UMKM kreatif berbasis daur ulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....