Dampak Rupiah Melemah bagi Dompet Masyarakat
- 07 Mei 2026 09:05 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau terus mengalami fluktuasi tajam pada tahun 2026 baru-baru ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daya beli harian.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan tekanan ini disebabkan oleh penguatan dolar AS, lonjakan yield (imbal hasil) US Treasury, dan ketidakpastian geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.
Selain faktor global, defisit transaksi berjalan juga memengaruhi kekuatan nilai tukar rupiah kita. Permintaan dolar yang tinggi untuk kebutuhan impor memberikan tekanan besar pada pasar domestik.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi jika rupiah terus mengalami penurunan nilai secara konsisten? Dampak paling terasa adalah kenaikan harga barang impor, terutama bahan baku industri dan pangan.
Ekonom Senior FEB UI, Willem Maliwe, menilai bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 masih dalam fase waspada, dengan tantangan utama berupa inflasi yang mendekati batas atas, pelemahan nilai tukar rupiah, dan ketidakpastian global yang diperkirakan semakin terasa pada Kuartal II hingga IV.
Kondisi ini tentu sangat menekan masyarakat menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan pokok harian. Daya beli menurun karena nilai uang yang dipegang tidak sebanding dengan harga pasar.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kini berupaya menjaga stabilitas fiskal guna meredam dampak tersebut. Langkah intervensi pasar terus dilakukan agar volatilitas nilai tukar tetap berada dalam batas aman.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap bijak dalam mengelola pengeluaran di tengah ketidakpastian. Mengurangi konsumsi barang mewah impor bisa menjadi langkah kecil membantu penguatan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....