September 2025, Warga Miskin Sumbar Sedikit Turun

  • 05 Feb 2026 19:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mengalami penurunan pada September 2025. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin menyebut, ada  sebanyak 312,30 ribu orang dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan mencapai sebesar 5,31 persen.

Nurul mengatakan, jumlah penduduk miskin tersebut berkurang sebesar 0,05 ribu orang dibanding Maret 2025 yang mencapai 312,35 ribu orang. Ia menyebut, persentase penduduk miskin di Sumbar juga menurun.

“Secara persentase, tingkat kemiskinan di Sumbar juga turun menjadi 5,31 persen pada September 2025. Angka tersebut lebih rendah 0,04 persen poin terhadap Maret 2025 yang sebesar 5,35 persen,” kata Nurul Hasanudin, Kamis, 5 Februari 2026.

Nurul menyebut, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik sebesar 0,129 poin, dari 0,736 pada Maret 2025 menjadi 0,865 pada September 2025. Sementara, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami kenaikan 0,057 poin dari 0,164 pada Maret 2025 menjadi 0,221 pada September 2025. Kenaikan secara bersamaan ini menandakan kondisi kemiskinan yang dalam dan timpang di antara penduduk miskin.

Selama periode Maret 2025–September 2025, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 4,27 ribu orang (dari 119,45 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 115,18 ribu orang pada September 2025). Sementara pada periode yang sama jumlah penduduk miskin di perdesaan naik sebanyak 4,22 ribu orang (dari 192,90 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 197,12 ribu orang pada September 2025).

Selain itu, Garis Kemiskinan Sumbar pada September 2025 berada di angka Rp776.517 per kapita per bulan. Angka ini naik sebesar 6,40 persen dibandingkan Maret 2025 sebesar Rp729.806 per kapita per bulan. Komposisinya didominasi kebutuhan makanan sebesar 76,36 persen dan bukan makanan 23,64 persen.

"Jika dihitung per rumah tangga, dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin 5,18 orang, maka garis kemiskinan rumah tangga di Sumbar sebesar Rp 4,022 juta per rumah tangga miskin per bulan, naik 6,40 persen dibandingkan Maret 2025," ujarnya.

Nurul mengungkapkan, komponen makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan sebagai pembentuk garis kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan di Sumbar, dengan porsi 23,64 persen. Dari kelompok makanan tersebut, beras menjadi penyumbang terbesar mencapai 20,73 persen di perkotaan dan 25,29 persen di perdesaan. Selain beras, pengeluaran untuk rokok dan cabai merah tercatat menjadi beban utama dalam struktur belanja penduduk miskin. 

Untuk komponen non-makanan, beban terbesar berasal dari perumahan. Kemudian diikuti listrik, pendidikan, dan bahan bakar bensin. "Dari jumlah itu, sekitar Rp 592 ribu merupakan kebutuhan makanan dan Rp 183 ribu kebutuhan non-makanan," ujar Nurul.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....