Jelang Iduladha, Pemko Padang Pastikan Stok Pangan Aman dan Terkendali

  • 07 Mei 2026 20:18 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Iduladha 1447 Hijriah. Upaya itu dilakukan melalui Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis 7 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, menyampaikan kabar menggembirakan terkait kondisi pangan di Kota Padang. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12 komoditas pangan utama saat ini berada dalam kondisi surplus.

“Cadangan beras kita bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan. Secara umum kondisi pangan kita sangat aman,” ujar Iqbal.

Meski demikian, pemerintah tetap memberi perhatian khusus terhadap komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang yang memiliki masa ketahanan stok lebih pendek. Pengawasan terhadap dua komoditas tersebut dilakukan secara intensif guna mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.

Untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga hingga Iduladha, TPID Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan enam langkah konkret. Langkah pertama yakni mengoptimalkan laporan harian dari 38 petugas lapangan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota untuk memantau kondisi neraca pangan secara akurat. Selanjutnya melakukan distribusi stok dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah yang kekurangan pasokan, terutama untuk cabai dan bawang.

Pemerintah juga mengoperasikan lima unit mobil Toko Tani Indonesia Center (TTIC) guna mendekatkan pelayanan pangan murah kepada masyarakat di sejumlah titik strategis. Selain itu, percepatan alokasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) juga menjadi perhatian utama guna menjaga kualitas serta ketahanan bahan pangan.

Tidak hanya itu, TPID secara rutin menggelar rapat koordinasi bersama Bulog, Bank Indonesia, dan pihak swasta untuk memantau kondisi pasar sekaligus melakukan pengawasan ketat terhadap potensi permainan harga oleh spekulan.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai mendorong diversifikasi pangan dengan mengedukasi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada beras. Warga diajak memanfaatkan potensi pangan lokal seperti sagu dan keladi sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat dan mudah diperoleh.

Iqbal Ramadi Payana berharap seluruh strategi pengendalian inflasi tersebut dapat berjalan selaras antara pemerintah kabupaten, kota, hingga provinsi sehingga stabilitas harga tetap terjaga sampai Hari Raya Iduladha.

“Saat ini tingkat inflasi Sumatera Barat sudah sangat baik di bawah 1,95 persen. Kita harus jaga prestasi ini tetap stabil hingga hari raya nanti,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....