BPS RI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Tumbuh Cepat
- 27 Sep 2025 08:29 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan kedua 2025 sebesar 5,12 persen, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang resilien di tengah ketidakpastian global. Kepala BPS RI, Amalia Adiningar Widyasanti dalam kuliah umumnya di Universitas Andalas, Rabu (24/9/2025) mengatakan, meski dalam laju yang stabil sesuai target pertumbuhan ekonomi nasional 2025 dikisaran 4,7 hingga 5 persen, namun belum cukup untuk menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka yang panjang.
Amalia Adiningar mengungkapkan, meski laju perekonomian Indonesia mencapai stabilitas di angka lima persen, namun pemerintah perlu langkah cepat agar pertumbuhannya melaju lebih pesat. Ia meyakini, dengan eskalasi ekonomi yang cepat dan stabil akan mendorong pendapatan per kapita Negara serta mendorong tumbuhnya perekonomian makro ditengah masyarakat.
“Stabilitas memang diperlukan, namun belum cukup. Ekonomi Indonesia perlu tumbuh lebih cepat agar bisa mendorong pendapatan per kapita negara dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Amalia Adiningar Widyasanti.
Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Andalas, Endrizal Ridwan menilai, pertumbuhan ekonomi jangka panjang perlu sokongan penuh dari pelbagai multipihak. Dari sisi disiplin fiskal, pemerintahan yang ramping, dan optimalisasi belanja masyarakat, daerah perlu mencari peluang baru untuk dijadikan sumber perekonomian baru.
“Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat contohnya, belum mencapai target nasional yang sebesar 4 hingga 5 persen. Pemerintah perlu upaya agar mendorong sumber pertumbuhan (ekonomi) baru untuk mencapai target tersebut pada akhir tahun 2025,” kata Endrizal Ridwan.
Endrizal menambahkan, khusus di Sumatera Barat sektor pertanian dan pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi sumber perekonomian baru. Selain Sumbar dikenal sebagai produsen utama gambir nasional hingga nilam, Ranah minang juga memiliki potensi besar sebagai pusat wisata budaya yang bernilai ekonomi kepariwisataan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....