BCL di Kota Padang, Sebanyak 23 Ton Sampah Terkumpul

  • 09 Sep 2023 09:09 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Program Bulan Cinta Laut (BCL) di Kota Padang berhasil mengumpulkan sebanyak 23 ton sampah. Jumlah ini menjadi nomor dua terbanyak setelah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

“Jadi kami dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang telah melakukan aktivasi kepada delapan kelompok nelayan di Kota Padang untuk aktif mengumpulkan sampah. Kegiatan ini sudah berjalan dua bulan dan dari data yang telah diinput sampah yang terkumpul sebanyak 23 ton,” kata Analis Pengusahaan Jasa Kelautan (APJK) Ahli Muda BPSPL Padang, Hadi Prayitno saat menjadi narasumber pada dialog interaktif di PRO 1 RRI Padang, Sabtu (9/9/2023).

Hadi menjelaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengagas program BCL, masuk dalam lima program prioritas nasional pengembangan kawasan konservasi perairan. Pada tahun ini program BCL diadakan pada 18 lokasi di Indonesia, termasuk salah satunya di Kota Padang.

“Kegiatan BCL yang dilaksanakan di Kota Padang ini bertujuan mengajak masyarakat terutama nelayan untuk bersama-sama mengumpulkan sampah di pesisir pantai, laut dan pulau kecil di sekitarnya. Kegiatan ini juga untuk menjaga kesehatan laut,” ujarnya.

Hadi mengungkapkan, kegiatan aksi bersih-bersih sampah di sekitaran perairan laut sangat penting, karena dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, sampah yang dihasilkan per hari mencapai 643 ton. Sementara pada kondisi libur dapat mencapai 700 ton.

“Maka untuk itu, kegiatan bersih ini harus dilakukan agar sampah yang tidak terkelola tidak bermuara ke laut. Sebab dampak kedepannya laut bisa menjadi kolam sampah sehingga ikan serta habitat lain yang hidup di laut sulit ditemui,” katanya.

Sementara itu, Ketua KUB Saiyo Sakato Mandiri/Unit Bank Sampah Kelompok Nelayan Cinta Laut (KNCL), Abadi menyebutkan, kebersihan pantai ini mesti dijaga dan perlunya kesadaran bersama. Apalagi setiap harinya sampah yang menumpuk di sekitaran perairan laut selalu banyak sehingga menganggu aktivitas nelayan.

“Kami sangat berharap berbagai program yang dilakukan pemerintah dapat mengurangi keberadaan sampah di perairan dan juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat khususnya masyarakat nelayan. Serta, program-program pemberdayaan masyarakat lainnya juga menjadi sebuah peluang untuk mendorong perubahan sikap masyarakat dalam memilah sampah,” katanya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....