Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri Produksi Kompos Berbahan Baku "Kohe"

  • 06 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padamg - Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri Kota Padang mulai mengembangkan pembuatan pupuk kompos berbahan baku kotoran hewan atau kohe sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Program tersebut menjadi kelanjutan dari gerakan pengurangan sampah organik yang telah dicanangkan sepanjang tahun 2026.

Direktur Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri Kota Padang, Nola Fitriawati, mengatakan pengembangan pupuk kohe merupakan tahapan lanjutan setelah masyarakat diperkenalkan dengan pengelolaan sampah, pemilahan, hingga metode pengomposan Takakura dan pembuatan biopori. Kini, fokus diarahkan pada proses daur ulang sampah organik menjadi pupuk yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi.

"Kami melanjutkan program organik tahun 2026. Setelah memperkenalkan bank sampah, mengajak masyarakat memilah sampah, sekarang masuk ke tahap recycle atau daur ulang sampah organik. Selain Takakura dan biopori, kami juga mengolah kohe atau kotoran hewan menjadi pupuk," ujar Nola Fitriawati, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Nola, bahan baku yang digunakan berasal dari kotoran sapi yang diperoleh dari kawasan sekitar Ampang. Seluruh proses pengolahan saat ini masih dalam tahap pemantauan untuk mengetahui efektivitas pupuk terhadap pertumbuhan tanaman sebelum diterapkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, hasil sementara menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pengolahan pupuk kohe juga mendapat pendampingan dan konsultasi dari Universitas Andalas sehingga kualitas kompos yang dihasilkan dinilai memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan kompos yang dibuat menggunakan metode Takakura.

"Penampakan pupuk kohe yang kami hasilkan cukup bagus. Kami juga berkonsultasi dengan Universitas Andalas, dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan kompos Takakura. Bahkan beberapa warga yang mengelola sampah organik secara mandiri di rumah sudah mulai merasakan hasil tanamannya, sementara kami sendiri juga sudah menghasilkan produk sayur organik," katanya.

Ke depan, Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri juga menyiapkan langkah yang lebih besar dengan memanfaatkan lahan tidur di kawasan RW 5 Kampung Jambak sebagai pusat pengomposan sampah dapur organik. Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengolahan pupuk organik berbasis kawasan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....