Hadiah untuk Anak, Bentuk Apresiasi yang Perlu Tepat
- 29 Agt 2026 18:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Memberikan hadiah kepada anak sering dilakukan orang tua sebagai bentuk apresiasi atas usaha, perilaku positif, atau pencapaian yang telah dilakukan. Namun, hadiah sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai pemberian barang, melainkan bagian dari cara orang tua menunjukkan bahwa usaha dan perilaku baik anak diperhatikan serta dihargai.
Apresiasi dapat membantu membangun hubungan positif antara orang tua dan anak ketika diberikan secara tepat. UNICEF menekankan bahwa anak membutuhkan dorongan dan apresiasi atas perilaku positif karena perhatian tersebut dapat membuat anak merasa dihargai sekaligus mendorong mereka mengulangi perilaku baik.
Dalam pengasuhan, apresiasi juga sebaiknya diberikan secara spesifik terhadap usaha atau perilaku anak, bukan hanya hasil akhirnya. Misalnya, orang tua dapat mengatakan bahwa mereka bangga karena anak sudah berusaha menyelesaikan tugas, membantu membereskan mainan, atau berani mencoba sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan.
American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren.org menjelaskan bahwa penghargaan dapat digunakan sebagai salah satu bentuk positive reinforcement, terutama ketika orang tua telah menetapkan perilaku positif yang ingin dibangun pada anak. Namun, penghargaan perlu diberikan secara terukur dan secara bertahap dikurangi ketika perilaku tersebut sudah mulai menjadi kebiasaan anak.
Artinya, hadiah tidak harus selalu berupa mainan, uang, makanan, atau barang yang diinginkan anak. Waktu bermain bersama, pelukan, pujian, membacakan cerita, mengajak anak melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar mengatakan “Ayah dan Ibu bangga dengan usaha kamu” juga dapat menjadi bentuk apresiasi yang memiliki nilai emosional.
UNICEF bahkan menekankan pentingnya penguatan positif yang tidak selalu bersifat material, seperti perhatian, kata-kata yang hangat, waktu bersama, dan kasih sayang. Pendekatan tersebut membantu anak memahami bahwa perilaku positif mereka dihargai bukan semata-mata karena adanya hadiah berupa barang.
Meski demikian, orang tua perlu berhati-hati agar hadiah tidak berubah menjadi “upah” untuk setiap perilaku baik. Jika setiap tindakan positif selalu dibalas dengan barang, anak berpotensi lebih berfokus pada apa yang akan diperoleh daripada memahami nilai, tanggung jawab, dan alasan mengapa perilaku tersebut perlu dilakukan.
Karena itu, apresiasi sebaiknya diarahkan pada proses dan usaha anak, bukan membuat anak merasa harus selalu menjadi yang terbaik. UNICEF dalam panduan pengasuhan terbarunya juga mendorong orang tua untuk memuji usaha anak karena dorongan tersebut membantu membangun kepercayaan diri dan membuat anak lebih berani belajar dari pengalaman.
Pada akhirnya, memberikan hadiah kepada anak dapat menjadi salah satu cara menunjukkan penghargaan selama dilakukan dengan tujuan yang tepat. Yang paling penting bukan seberapa mahal hadiah yang diberikan, melainkan pesan yang diterima anak bahwa usaha, kebaikan, keberanian mencoba, dan perkembangan dirinya selalu diperhatikan oleh orang tua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....