Self Care Ibu: Saatnya Rehat, Bukan Sekadar Kuat
- 27 Agt 2026 10:08 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Menjadi seorang ibu sering kali berarti menjalankan banyak peran sekaligus, mulai dari mengurus keluarga, mendampingi anak, hingga menyelesaikan berbagai tanggung jawab rumah tangga. Di tengah tuntutan tersebut, ibu juga perlu menyadari bahwa tubuh dan pikiran memiliki batas sehingga kebutuhan untuk beristirahat bukanlah tanda kelemahan.
Hal itu menjadi pembahasan dalam Dialog Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang dengan topik “Self Care, Saat Ibu Butuh Rehat, Bukan Sekedar Kuat”. Umi Fitri mengatakan, langkah awal melakukan self-care dapat dimulai dengan mengenali tanda-tanda yang muncul dari dalam diri, salah satunya ketika tubuh mulai mengalami kelelahan.
Menurut Umi Fitri, ibu tidak harus selalu melakukan aktivitas yang rumit untuk merawat dirinya sendiri. Hal sederhana seperti duduk sejenak sambil menikmati kopi atau teh dengan tenang dan mengambil waktu untuk bernapas dapat menjadi bentuk self-care ketika tubuh membutuhkan jeda.
Pandangan tersebut sejalan dengan definisi World Health Organization (WHO) yang menempatkan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan dan menghadapi kondisi kesehatan, baik dengan maupun tanpa dukungan tenaga kesehatan. WHO juga menekankan bahwa self-care mencakup kebiasaan sehat, tidur yang cukup, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta menjaga hubungan dengan orang lain.
Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa perempuan yang menjalankan berbagai peran dalam pekerjaan dan keluarga dapat menghadapi tekanan psikososial apabila dukungan yang diterima tidak memadai. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kelelahan emosional, gangguan tidur, sakit kepala, nyeri otot, penurunan konsentrasi, hingga ketegangan dalam hubungan keluarga apabila berlangsung terus-menerus.
Karena itu, mengenali kebutuhan diri menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu, termasuk berani mengakui ketika sudah membutuhkan bantuan. Faradhilla dalam dialog tersebut mengatakan seseorang perlu memahami kondisi dirinya sendiri dan tidak perlu merasa gengsi untuk menyampaikan kebutuhan kepada pasangan atau anak yang sudah dewasa.
Komunikasi dengan keluarga dapat menjadi salah satu bentuk dukungan ketika seorang ibu mulai merasa kewalahan menjalankan berbagai tanggung jawab. Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan agar pembagian tanggung jawab dibicarakan dengan pasangan atau anggota keluarga serta mendorong seseorang meminta bantuan sebelum merasa sangat kewalahan.
WHO menjelaskan bahwa stres merupakan respons alami terhadap situasi yang menantang, tetapi tekanan yang terlalu berat dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, termasuk menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, sakit kepala, maupun keluhan tubuh lainnya. Karena itu, kemampuan mengelola stres dan mencari dukungan ketika kesulitan mengatasinya menjadi bagian penting dari menjaga kesejahteraan.
Self-care bagi ibu pada akhirnya bukan tentang meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan mengabaikan keluarga, melainkan memberi kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk pulih agar dapat kembali menjalankan peran dengan lebih baik. Rehat sejenak, berbicara dengan pasangan, meminta bantuan keluarga, tidur cukup, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar menikmati minuman dengan tenang dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan.
Pesan yang mengemuka dari dialog Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang tersebut adalah ibu tidak harus selalu terlihat kuat untuk disebut mampu menjalankan perannya. Mengenali tanda kelelahan, memberi ruang untuk beristirahat, dan berani mengatakan “saya butuh bantuan” justru dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri sekaligus keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....