Pangulu Miliki Peran Strategis Menjaga Adat dan Persatuan di Agam
- 16 Jun 2026 07:51 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pangulu memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian adat, membina anak kemenakan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Seorang pangulu dituntut mampu menjadi teladan yang arif, bijaksana, dan adil dalam menjalankan amanahnya.
Hal itu disampaikan Bupati Agam Benni Warlis saat menghadiri Alek Nagari Batagak Pangulu Nagari Kamang Hilia Tahun 2026 di Kantor Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai adat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya alek nagari yang sarat makna tersebut. Menurutnya, Batagak Pangulu merupakan warisan budaya Minangkabau yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas adat dan mempererat hubungan kekeluargaan.
“Saya mengapresiasi tema yang diusung dalam kegiatan itu, yakni "Mambangkik Batang Tarandam, Nan Jauah Jadi Dakek, Nan Dakek Jadi Tambah Rapek". Tema tersebut dinilai mencerminkan semangat memperkuat silaturahmi dan membangkitkan kembali nilai-nilai adat dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia menyebut pengangkatan pangulu bukan sekadar seremoni adat, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pangulu memiliki tugas sebagai pemimpin kaum sekaligus perekat persatuan dalam masyarakat.
Dalam alek nagari tersebut, sebanyak 43 pangulu dari Suku Koto, Suku Jambak, Suku IV Ibu, dan Suku Sikumbang dikukuhkan. Para datuak yang menerima amanah itu diharapkan mampu menjalankan tugas berlandaskan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Bupati juga mengajak masyarakat Nagari Kamang Hilia untuk mendukung peran para pangulu dalam membangun nagari. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....