Mengenal Hustle Culture

  • 25 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang : Fenomena hustle culture saat ini menjadi semakin populer, dimana seseorang didorong untuk terus produktif, bekerja lebih lama dan mengorbankan waktu istirahat demi karir atau pencapaian finansial. Dilansir dari alodokter.com, hustle culture disebut juga dengan “budaya gila kerja” dan dianggap sebagai simbol keberhasilan, sehingga muncul tekanan untuk selalu aktif dan tidak pernah terlihat “menganggur”.

Hustle culture semakin berkembang seiring meningkatnya kemajuan teknologi dan media sosial, seperti Instagram, TikTok dan LinkedIn yang sering menampilkan kisah sukses pengusaha muda yang bekerja dari pagi hingga malam. Konten – konten ini menciptakan standar bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui kerja keras tanpa batas sehingga banyak individu merasa harus mengikuti pola hidup tersebut agar tidak tertinggal.

Di satu sisi, hustle culture ini dapat memotivasi seseorang untuk lebih disiplin, fokus pada tujuan dan berani mengambil peluang. Banyak pelaku usaha atau pekerja kreatif yang berhasil mengembangkan kemampuan mereka karena memiliki semangat kerja tinggi, manajemen waktu yang baik serta kerja keras untuk dalam mencapai impian dan meningkatkan kualitas hidup.

Masih dilansir dari alodokter.com, kerja keras bukanlah suatu hal yang salah untuk dilakukan, namun, bila seseorang sudah di tahap obsesi dengan pekerjaannya hingga mengorbankan waktu untuk istirahat, di sinilah masalah kesehatan fisik dan mental bisa berkembang. Banyak orang mengalami kelelahan fisik dan mental akibat tekanan untuk terus produktif yang mengakibatkan stres, kecemasan, hingga burnout.

Selain itu, hustle culture dapat menciptakan pandangan yang tidak sehat terhadap makna kesuksesan yang hanya dikukur dari pencapaian materi, jabatan atau tingkat kesibukan seseorang. Padahal, setiap individu memiliki definisi sukses yang berbeda, ada yang merasa bahagia dengan kehidupan seimbang antara pekerjaan, keluarga dan waktu pribadi tanpa harus terus bekerja sepanjang waktu.

Untuk menghadapi hustle culture, jagalah pola tidur dan luangkan waktu untuk hiburan serta miliki kehidupan sosial yang baik untuk tetap menjaga kesehatan mental dan fisik. Produktivitas tidak selalu berarti bekerja tanpa istirahat, melainkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan sehat.

Kerja keras memang penting untuk meraih tujuan, tetapi keseimbangan hidup juga tidak kalah berharga. Hustle culture dapat menjadi motivasi maupun ancaman tergantung cara seseorang menjalaninya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....