MAOTA RRI Padang: Merawat Marwah, Menuntun Arah Generasi Muda Minang

  • 30 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Di tengah kepungan arus globalisasi yang makin deras mendisrupsi identitas lokal, sebuah oase literasi budaya muncul dari udara. Program MAOTA yang diinisiasi oleh RRI Padang kini hadir bukan sekadar sebagai pengisi frekuensi, melainkan sebagai kompas moral bagi generasi muda Minangkabau dalam meniti kehidupan.

Apresiasi tinggi datang dari Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Adrian Tuswandi. Ia menilai langkah RRI Padang ini sebagai sinyalemen positif sekaligus benteng pertahanan nilai-nilai lokal di era digital.

"Program ini bukan sekadar ruang bincang-bincang biasa. Ini adalah instrumen strategis untuk mentransfer kearifan lokal yang luhur kepada generasi muda Minangkabau dengan cara yang lebih bermartabat," ujar Adrian pada Kamis, 30 April 2026.

Adrian menekankan, MAOTA menjadi wadah krusial untuk membedah kembali filosofi hidup orang Minang yang mulai memudar. Selama ini, nilai-nilai adat sering kali dianggap kaku atau terlalu berat bagi telinga anak muda. Namun, MAOTA mendobrak sekat tersebut.

Dengan format tutur yang santai dan inklusif, pesan-pesan filosofis yang mendalam mampu disampaikan tanpa kesan menggurui. Inilah yang menurut Adrian menjadi kekuatan utama: mengubah beban edukasi menjadi sebuah percakapan yang hangat dan akrab.

Satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah penggunaan dialek dan diksi Minang yang tepat. Di tengah gempuran bahasa gaul dan serapan asing, MAOTA tampil menjaga eksistensi bahasa ibu.

"Penggunaan diksi yang benar bukan sekadar soal komunikasi, tapi soal menjaga identitas. Dari sana, anak muda kembali belajar tentang tata krama berkomunikasi, memahami Kato Nan Ampek serta berperilaku sesuai identitas kultural kita di Sumatera Barat," tambah Adrian.

Apresiasi dari Dewas LKBN Antara ini menjadi potret nyata adanya sinergi positif antar-media publik negara. Dukungan ini kian memperkokoh posisi RRI Padang sebagai lembaga penyiaran yang tidak hanya mengejar aktualitas informasi, tetapi juga memikul tanggung jawab moral dalam edukasi budaya yang mendalam.

MAOTA kini bukan lagi sekadar nama program, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa generasi emas Minangkabau tetap berpijak pada bumi adatnya, meski kepala mereka menyentuh awan modernitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....