Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah

  • 27 Apr 2026 09:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Saat ini Indonesia memiliki kurang lebih 718 bahasa daerah. Hal itu disampaikan Widya Basa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra, Fitria Dewi saat diwawancara RRI beberapa waktu lalu.

Menurut Dewi secara umum kondisi bahasa daerah dapat dibagi dalam tiga kategori.

  1. Bahasa yang masih kuat. Bahasa daerah yag masih kuat ini karena masih dituturkan di masyarakat yang luas dan masih diwariskan dari generasi ke generasi. Contohnya bahasa Jawa dan bahasa Minang.
  2. Bahasa yang mulai terancam punah. Kondisi ini terjadi karena jumlah penuturnya sudah mulai terbatas dan transmisinya melemah, pewarisan dari generasi ke generasinya sudah mulai melemah. Contohnya bahasa rejang pesisir di Bengkulu dan bahasa ciacia di Sulawesi Tenggara.
  3. Bahasa yang kondisinya kritis atau hampir punah. Hal ini terjadi karena jumlah penuturnya sudah sedikit dan biasanya terbatas hanya pada penutur yang sudah berusia tua. Pewarisan dari generasi ke generasi sudah berhenti. Contohnya bahasa kajeli di Maluku dan bahasa tandia di Papua Barat.

Lebih jauh Dewi menyampaikan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2024, sekitar 74,32 persen penduduk usia 10 tahun ke atas masih mengguakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau kita angka kan itu adalah sekitar 200 sampai 205 juta penduduk yang masih menggunakan bahasa daerah,” kata Dewi.

Dewi menyampaikan bahwa sebenarnya inti dari punah atau tidak punahnya bahasa daerah itu adalah berdasarkan apakah bahasa itu masih dipergunakan atau tidak dan masih di wariskan oleh penuturnya. Jadi faktor utama pendorong kepunahan bahasa daerah adalah dia tidak diturunkan lagi ke generasi ke dua, kemudian ada dominasi dari bahasa mayoritas.

Selain itu faktor pendorong kepunahan bahasa daerah juga karena faktor urbanisasi dan mobilitas sosial. Kemudian adanya stigma sosial bahwa pada generasi muda penggunaan bahasa daerah gengsinya agak sedikit dibawah.

Sedangkan mengapa bahasa daerah masih bisa bertahan, menurut Dewi hal ini adalah karena fungsi sosialnya masih kuat, didukung oleh jumlah penutur yang masih banyak. Selain itu regenerasinya masih bagus dan yang paling penting adanya dukungan kebijakan dan pendidikan dari pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....