Musim Hujan Datang, Masyarakat dibantaran Sungai Deg-degan
- 31 Agt 2026 16:46 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Bencana hidrometrologi sering terjadi di periode musim penghujan. Bencana hidrometrologi basah seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung membawa dampak bagi masyarakat apa lagi yang tinggal dibantaran sungai.
Walau hujan bermakna sebagai rahmat dan rezki tetapi secara filosofis adalah keseimbangan, ketulusan dan ketenangan. Keseimbangan menggambarkan setelah masa sulit(mendung,hujan) pasti ada masa cerah kembali,sedangkan ketulusan adalah mengalir kesegaran tanpa pamrih kebumi dan Ketenangan adalah suara rintik air sering digunakan manusia untuk merenung, serta menenangkan hati mencari kedamaian bathin.
Musim Hujan telah tiba, derasnya curah hujan bukan hanya membawa kesejukan tetapi juga kekhawatiran akan bahaya yang datang, air meluap secara tiba-tiba menjadi ketakutan dan trauma, Banjir yang dibantaran sungai bisa datang dengan cepat tetapi resikonya bisa dikurangi dengan kesiapan masyarakat dan kesadaran bersama. Masyarakat harus mempersiapkan berjaga jaga dengan kegiatan menjaga sungai tetap bersih, pahami rute evakuasi terdekat dan juga menyiapkan perlengkapan darurat, masyarakat jangan hanya menunggu bantuan saat bencana datang tetapi masyarakat juga harus teredukasi dari peristiwa yang sebelumnya terjadi. Musim hujan jangan dijadikan alasan untuk takut dan hanya menunggu bantuan tetapi alasan untuk lebih siap, dengan kesiapan dan kepedulian bersama bisa melindungi kelaurga dan lingkungan dari bahaya banjir yang terjadi.
Ada beberapa tanda tanda alam yang harus dibijaksanai , alam biasanya memberikan peringatan dini yang perlu diwaspadai seperti Hujan lebat secara terus menerus, air sungai berubah warna jadi keruh dan alirannya makin deras, muncul suara gemuruh atau benda hanyut dari sungai juga tinggi air yang naik dengan cepat meskipun ditempat tinggal tidak turun hujan. Ini adalah tanda alam atau peringatan dini yang harus terbaca oleh masyarakat terutama yang tinggal dibantaran sungai.
Bila tanda-tanda ini terjadi ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti:
- Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,jika air mulai kelihatan meninggi dan air masuk rumah jangan menunda, tinggalkan rumah dan menuju lokasi yang aman.
- Hindari melintasi air yang mengalir, jangan berjalan atau mengendarai kendaraan untuk melintasi genangan air yang mengalir, kedalaman air tidak selalu terlihat dan bisa menghanyutkan.
- Matikan aliran listrik dan gas, sebelum melninggalkan rumah pastikan aliran listrik sudah dimatikan untuk menghindari korsleting, kebakaran dan kebocoran gas.
- Jangan panik dan saling bantu, utamakan keselamatan terutama anak-anak,lansia dan orang sakit beritahu warga atau tetangga bila ada bahaya dan bantu untuk menuju ketempat yang aman.
- Jangan masuk rumah sebelum benar-benar aman, tunggu air surut dan pemberitahuan petugas yang menyatakan aman, periksa keamanan bangunan,listrik dan saluran air sebelum menempati kembali.
Musibah banjir yang terjadi tidak disebabkan oleh satu hal saja, tetapi gabungan dari beberapa faktor alam dan perilaku manusia. Dengan pesatnya pembangunan pemukiman dan jalan ini juga jadi pemicu dimana tanah untuk resapan air banyak yang dibeton sehingga air tidak meresap melainkan langsung mengalir ke permukaan sehingga volume air berlebih dan memicu banjir besar. Banjir tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah saja tetapi diperlukan peran seluruh warga. Hujan ekstrim mungkin tidak bisa kita cegah namun dampak masih bisa dikurangi dengan langkah yang terencana dan kesadaran tinggi dari kita semua, normalisasi sungai, penataan ruang yang tepat adalah solusi jangan panjang, namun hari ini yang paling mendesak adalah menjaga kebersihan lingkungan dan saling kerjasama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....