Bangkit Bersama Memulihkan Penyintas Banjir di Kota Padang
- 12 Agt 2026 11:08 WIB
- Padang
Poin Utama
- Banjir melanda Kota Padang (khususnya Kecamatan Kuranji) pada 3 Agustus 2026 lalu akibat hujan deras selama 10 jam dengan intensitas tinggi mencapai 384,5 mm/hari, yang merendam 191 rumah warga di tiga kelurahan.
- Penyintas banjir bergotong-royong membersihkan lingkungan dari sisa lumpur dan sampah, sementara sebagian warga terdampak masih bertahan di tenda pengungsian.
- Pemerintah berencana menambah sirine Early Warning System (EWS), mengimbau kewaspadaan warga, serta menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama mewujudkan Padang yang tangguh bencana.
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang terus menggeser fokus penanganan bencana menuju tahap pemulihan pasca banjir yang menerjang daerah tersebut. Musibah banjir tersebut melanda salah satu wilayah di Kota Padang tepantnya kawasan Kecamatan Kuranji Kota Padang akibat guyuran hujan deras yang terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu.
Tingginya curah hujan hingga mencapai angka 384,5 mm per hari menyebabkan luapan air sungai membasahi permukiman warga. Bencana hidrometeorologi ini berdampak langsung pada 815 jiwa serta merusak sebanyak 191 unit rumah di tiga kelurahan.
Personel BPBD Kota Padang bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban menggunakan perahu karet. Penanganan darurat tersebut dilakukan demi menyelamatkan warga yang sempat terjebak genangan air di dalam rumah mereka.
Dinas Sosial Kota Padang turut mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan harian bagi seluruh penyintas bencana. Ribuan paket bantuan logistik berupa makanan siap saji serta perlengkapan keluarga telah disalurkan secara merata.
"Kami langsung memproduksi ribuan bungkus makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di lokasi pengungsian," kata Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Senjaya saat menjadi narasumber program Bercerita Bencana di Pro 1 RRI Padang pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Penyelenggaraan bantuan darurat tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan bagi korban banjir. Kondisi terkini menunjukkan bahwa puluhan warga di kawasan Lapau Munggu masih bertahan menghuni tenda pengungsian darurat. Para penyintas banjir tersebut terpaksa mengungsi akibat bangunan rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah terhantam luapan.
"Tanggul sungai jebol di Lapau Munggu sehingga air merusak dinding rumah milik warga di sekitar bantaran," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Henri Zulfiton.
Kejadian jebolnya tanggul penahan air tersebut kini sedang dalam penanganan intensif oleh tim teknis gabungan daerah. Pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan aliran sungai dari hulu ke hilir guna mencegah risiko banjir susulan. Langkah mitigasi struktural tersebut diambil berdasar pada hasil evaluasi komprehensif penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat.
Opsi relokasi menuju hunian tetap juga ditawarkan kepada warga yang mendiami lokasi rawan di sepanjang sempadan. Penawaran tempat tinggal baru tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya banjir berulang.
"Masyarakat yang berada di daerah rawan sungai sangat kami sarankan untuk bersedia pindah ke lokasi relokasi," tutur Camat Kuranji Rozaldi Rosman.
Sosialisasi mengenai pemindahan tempat tinggal tersebut terus disampaikan secara persuasif kepada para pemilik bangunan terdampak. Kesimpulan dari seluruh rangkaian penanganan ini menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor dalam memulihkan kehidupan para penyintas. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan Kota Padang yang tangguh bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....