Langkah Pertama ke Sekolah, Langkah Besar dalam Pembentukan Karakter Anak

  • 29 Jul 2026 06:42 WIB
  •  Padang

RRi.CO.ID, Padang - Hari pertama sekolah bukan hanya menjadi pengalaman baru bagi anak, tetapi juga menjadi momen penting bagi orang tua dalam memulai proses pembentukan karakter. Mengantarkan anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas mengantar dan menjemput, melainkan wujud kasih sayang, tanggung jawab, serta awal kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Riset dan Kearifan Lokal Sumatera Barat sekaligus penulis buku keluarga, Dr. Wirdanengsih, M.Si saat menjadi narasumber Program Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang. Menurutnya, proses mengantarkan anak ke sekolah memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar memastikan anak tiba di lingkungan pendidikan.

"Ketika orang tua mengantarkan anak ke sekolah, di situ ada simbol kasih sayang, perlindungan, dan tanggung jawab. Momen itu juga menjadi awal koordinasi antara orang tua dan guru dalam membentuk karakter anak," ujarnya.

Sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk belajar bersosialisasi, mengelola emosi, memahami budaya, serta membangun karakter. Karena itu, kesamaan persepsi antara orang tua, guru, dan pihak sekolah menjadi faktor penting agar proses pendidikan berjalan secara berkesinambungan.

Menurut Wirdanengsih, salah satu fase yang membutuhkan perhatian lebih adalah saat anak berpindah dari jenjang Taman Kanak-kanak ke Sekolah Dasar. Perubahan pola belajar, lingkungan, cara mengajar guru, hingga tuntutan kemandirian membuat anak harus beradaptasi dengan situasi yang benar-benar baru.

"Kalau di TK anak lebih banyak belajar sambil bermain. Ketika masuk SD, suasananya berubah, gurunya berbeda, teman-temannya berbeda, sehingga anak membutuhkan pendampingan agar tidak mengalami tekanan atau kesulitan beradaptasi," jelasnya.

Ia menyarankan agar orang tua mulai mempersiapkan anak jauh sebelum hari pertama sekolah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi melalui dialog sederhana mengenai aktivitas yang akan dijalani di sekolah, siapa yang akan ditemui, hingga bagaimana proses orang tua mengantar dan menjemput anak nantinya. Dengan begitu, anak memiliki gambaran tentang lingkungan barunya dan tidak merasa terkejut saat memasuki sekolah.

Selain itu, Wirdanengsih menilai pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi merupakan peran bersama dalam keluarga. Kehadiran ayah dalam proses pendidikan memberikan pengalaman emosional yang berbeda dan mampu melengkapi peran ibu dalam mendukung perkembangan anak.

Ia juga menyoroti bahwa anggapan pendidikan anak hanya menjadi tugas ibu merupakan konstruksi sosial yang telah lama berkembang di masyarakat. Padahal, keterlibatan kedua orang tua secara aktif akan memberikan dampak yang lebih optimal terhadap tumbuh kembang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....