Pabrik Es KNMP Padang Sarai Produksi 800 Kg Sehari, Fokus Tingkatkan Pasar
- 20 Agt 2026 13:30 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pabrik es portable Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Padang Sarai, Kota Padang, telah mulai memproduksi setelah diresmikan pada 17 Agustus 2026. Pengelola kini fokus mencari pasar agar produksi terus berjalan dan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan KNMP.
Manajer KNMP Padang Sarai, Ari Purnama Hamidi, mengatakan pabrik es tersebut mampu memproduksi hingga 800 kilogram es per hari. Namun, kapasitas produksi itu belum dapat dimaksimalkan karena permintaan pasar masih terbatas.
“Jadi kita produksi ini 800 kilo per hari. Nah, saat ini kita stop karena memang masih ada stok,” ujar Ari kepada RRI saat ditemui di KNMP Padang Sarai, Kamis 20 Agustus 2026.
Ari menjelaskan, es yang diproduksi memiliki ukuran 12 kilogram dan sebelumnya telah diuji coba untuk dipasarkan dengan harga Rp7.000 per kilogram. Namun, harga tersebut masih sulit diterima pasar sehingga pemasaran menjadi kendala utama yang harus diselesaikan pengelola.
“Kita saat ini menjual yang 12 kilo ini, kemarin kita coba Rp7.000, agak susah,” ujarnya. Selain persoalan harga, pengelola juga menerima masukan dari calon pengguna terkait daya tahan es yang dinilai lebih cepat mencair.
Menurut Ari, kondisi tersebut membuat pengelola akan lebih dulu menyasar pedagang ikan sebagai pengguna utama. Pedagang ikan di sekitar kawasan KNMP saat ini sudah dapat menggunakan es produksi tersebut, meski jumlah pemakaiannya masih terbatas.
“Kita mungkin akan fokus ke pedagang-pedagang ikan aja dulu. Belum, kita belum coba ke nelayan luar. Karena memang baru seminggu kita ini kan, kita masih fokus ke nelayan kita di sini dulu,” kata Ari.
Ari menjelaskan, pengelola belum memasarkan es kepada nelayan dari luar kawasan karena masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nelayan di Padang Sarai.Jika kebutuhan nelayan setempat sudah terpenuhi, pengelola akan mulai memperluas pemasaran kepada nelayan dari luar kawasan KNMP.
Ari berharap dapat meningkatkan kualitas es dan juga akses pasar yang lebih luas sehingga produksi es dapat kembali berjalan secara rutin. “Kalau sudah ada pemasaran menampung, ini lancar. Mungkin ini jadi salah satu pemasukan juga untuk kampung nelayan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....