Nagari Creative Hub Perkuat Kemandirian Nagari di Sumbar
- 15 Agt 2026 14:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pembangunan nagari di Sumatera Barat membutuhkan pendekatan baru yang tidak lagi hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Melalui konsep “Nagari Creative Hub”, nagari didorong menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan transformasi digital secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut disampaikan Dosen Departemen Ekonomi Universitas Andalas, Delfia Tanjung Sari, yang menilai Nagari Creative Hub merupakan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pemerintah nagari, pelaku UMKM, komunitas kreatif, generasi muda, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kementerian dan lembaga pemerintah. Menurutnya, pendekatan tersebut akan memperkuat daya saing nagari sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Nagari Creative Hub bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi menjadi pusat pembelajaran, inkubasi usaha, laboratorium inovasi. Terbangunnya simpul kemitraan yang mampu mempercepat pembangunan nagari secara berkelanjutan," kata Delfia.
Ia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki modal sosial yang kuat melalui sistem nagari yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Nilai gotong royong, musyawarah, kebersamaan, serta berbagai kearifan lokal dinilai menjadi kekuatan besar dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
Beragam produk unggulan seperti tenun, sulaman, kuliner tradisional, seni budaya, hingga potensi wisata alam dan budaya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, berbagai nagari masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses teknologi, pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, Delfia menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi sangat penting. Melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, kampus dapat menghadirkan riset dan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM, pengembangan produk unggulan, digitalisasi pemasaran, penguatan literasi keuangan, hingga penerapan teknologi tepat guna.
Mahasiswa juga dinilai dapat menjadi agen perubahan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, maupun penelitian di nagari. Selain membawa pengetahuan baru, mahasiswa juga dapat belajar dari kearifan lokal sehingga tercipta proses pembelajaran dua arah yang saling menguatkan.
Menurut Delfia, Nagari Creative Hub juga menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Dengan dukungan ruang kerja bersama (co-working space), akses internet, pendampingan dari akademisi dan praktisi, hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi, pemuda nagari dapat menjadi motor lahirnya inovasi sosial maupun ekonomi.
Ia mencontohkan berbagai inisiatif yang dapat tumbuh dari kreativitas generasi muda, seperti pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas promosi potensi nagari. Selain perguruan tinggi, sinergi dengan kementerian dan lembaga juga dinilai menjadi faktor penting bagi keberlanjutan Nagari Creative Hub.
Program dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai dapat diintegrasikan untuk memperkuat pengembangan nagari. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, akses permodalan, transfer teknologi, hingga perluasan jaringan pemasaran.
“Dengan demikian, pembangunan nagari tidak lagi berjalan secara parsial. Melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang saling terhubung,” ujar Delfia.
Delfia menilai konsep Nagari Creative Hub juga sejalan dengan berbagai target SDGs, terutama Tujuan 17 tentang kemitraan, Tujuan 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, serta Tujuan 11 mengenai pelestarian budaya dan permukiman berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nagari ke depan tidak hanya diukur dari besarnya dana yang dikelola, tetapi juga dari kekuatan jejaring yang mampu dibangun dengan berbagai pihak.
Nagari yang terkoneksi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan komunitas kreatif akan memiliki kemampuan lebih besar dalam menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi. "Nagari Creative Hub bukan sekadar program pembangunan, tetapi sebuah ekosistem kolaborasi yang memungkinkan setiap potensi nagari berkembang secara optimal. Dari nagari yang kreatif, inovatif, dan terhubung, akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera, tangguh, serta mampu menjaga warisan budaya di tengah perubahan zaman," katanya.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Nagari Creative Hub diharapkan menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Sumatera Barat. Dari nagari, pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan diyakini dapat tumbuh untuk Indonesia.
Penulis: Delfia Tanjung Sari - Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....