Pemkab Agam Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan dalam Pemulihan Pascabencana

  • 11 Agt 2026 06:46 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, namu juga memperkuat perlindungan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Irjen Pol (Purn) Desy Andriani, serta Yayasan Pulih di Rumah Dinas Bupati Agam, Senin, 10 Agustus 2026.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan, daerahnya masih berada dalam tahapan pemulihan pascabencana. Menurutnya, sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan mulai diperbaiki, namun pemerintah daerah masih menyelesaikan pembangunan hunian tetap, persoalan ketersediaan lahan, hingga pemulihan sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Sekarang kami berada dalam masa pemulihan. Ada masyarakat yang masih berada di huntara, ada yang sudah menerima DTH dan ada pula yang masih berada di kawasan terdampak bencana,” ujar Benni Warlis.

Ia menilai, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya membangun kembali infrastruktur fisik. Karena itu, Pemkab Agam menyambut dukungan Kemen PPPA dan Yayasan Pulih untuk memperkuat pemulihan sosial, psikologis, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

“Dengan bencana ini, kami sangat mendukung upaya pemulihan yang dilakukan bersama. Dengan melibatkan tiga tali sapilin, yaitu niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai, serta bundo kanduang sebagai ibu bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Irjen Pol (Purn) Desy Andriani, mengatakan setiap bencana harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem perlindungan masyarakat. “Dilihat dari timeline, September sampai akhir Desember harus tuntas dalam konteks PPRT,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Pulih, Livia Istania DF Iskandar, mengatakan pihaknya akan mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam situasi bencana maupun pascabencana di Kabupaten Agam. “Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu hal yang kami diskusikan, karena kekerasan dapat terjadi dalam konteks bencana maupun pascabencana,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....