31 Ribu UMKM Kuliner di Padang Didorong Naik Kelas dengan Gastronomi Kota Padang
- 04 Agt 2026 16:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 31 ribu dari lebih 48 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pemerintah Kota Padang bergerak di sektor kuliner. Potensi tersebut didorong untuk naik kelas melalui penguatan inovasi produk, digitalisasi pemasaran, dan pengembangan citra gastronomi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kota Padang, Tedi Antonius, mengatakan, pemerintah terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan dan penguatan kapasitas usaha, termasuk digitalisasi produk dan pemasaran.
"Untuk pendampingan pembinaan sudah jalan setiap harinya oleh kita kepada pelaku usaha. Pembinaan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, apakah itu digitalisasi produk, pemasaran dan sebagainya," ujar Tedi dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Padang pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, sektor kuliner menjadi bagian penting dalam pengembangan gastronomi Kota Padang. Hal itu sejalan dengan upaya Kota Padang sebagai kota gastronomi.
Tedi menyebut penguatan sektor kuliner juga dilakukan melalui Padang Gastronomi Market yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357. Kegiatan tersebut difokuskan pada kuliner dan melibatkan lebih dari 50 UMKM yang berjualan di kawasan Kota Tua dan Batang Arau.
"Karena tema HJK kita adalah Road To Gastronomicity. Dengan momen bazar ini nantinya semuanya berjejer di Sekitar Sungai Batang Arau, Kota Tua, semuanya adalah kuliner," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sumatera Barat, Sepris Yonaldi, menilai UMKM perlu memperkuat inovasi produk agar mampu meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar. Menurutnya, transformasi digital juga tidak cukup hanya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Ia mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital secara lebih menyeluruh, mulai dari pemasaran, transaksi hingga sistem pembayaran. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memperkuat kemasan, memanfaatkan teknologi pengawetan, serta mengembangkan produk yang dapat dipasarkan lebih luas.
"Jadi kuliner Minang tidak boleh lagi hanya dipandang sekadar untuk mengatasi rasa lapar saja. Melainkan harus dianggap sebagai aset kebudayaan berharga melalui narasi gastronomi," ujarnya.
Sepris juga menilai pengembangan gastronomi harus dibarengi dengan penguatan identitas kuliner sebagai bagian dari kekayaan budaya. Menurutnya, pelaku UMKM perlu membangun narasi mengenai asal-usul dan filosofi makanan agar produk kuliner memiliki nilai tambah dan daya tarik bagi wisatawan.
Pemerintah Kota Padang mencatat UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Tedi menyebut sekitar 40 persen ekonomi di Kota Padang ditopang oleh sektor UMKM sehingga penguatan kapasitas pelaku usaha dinilai akan berdampak langsung terhadap masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....