Maota RRI Padang: Generasi Kelereng dan Controller Bisa Tumbuh Berdampingan
- 24 Jul 2026 06:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Perkembangan teknologi disinyalir menjadi penanda kuat perubahan sosial antar generasi. Perbedaan cara bermain generasi muda menjadi salah satu konsekuensi perkembangan zaman.
Generasi Kelereng versus Generasi Controller, Program Maota membedah apakah permainan tradisional mulai ditinggalkan, atau justru bisa berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi. Jika generasi terdahulu akrab dengan kelereng, petak umpet, gobak sodor, hingga permainan di lapangan terbuka, anak-anak masa kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan permainan digital menggunakan gawai maupun controller.
Sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Jasman Rizal Datuak Bandaro Bendang dalam program Maota RRI Padang mengatakan, perubahan tersebut merupakan konsekuensi perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari. Namun, menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional tetap perlu diwariskan karena menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda Minangkabau.
"Permainan tradisional mengajarkan kebersamaan, sportivitas, musyawarah, kejujuran, dan kemampuan bersosialisasi. Nilai-nilai ini sejalan dengan filosofi adat Minangkabau yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan masyarakat," ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Jasman menambahkan, teknologi bukanlah ancaman apabila digunakan secara bijak. “Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan anak-anak tidak kehilangan ruang untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan, keluarga, dan teman sebaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Padang, Diana Earlene Ghazwani, mengatakan, anak-anak saat ini memang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital. Meski demikian, ia menilai permainan tradisional tetap memiliki daya tarik apabila dikemas secara kreatif dan dikenalkan sejak dini.
"Anak-anak sebenarnya senang mencoba hal baru, termasuk permainan tradisional. Yang dibutuhkan adalah ruang bermain yang aman, kegiatan yang menarik, dan pendampingan dari orang tua maupun sekolah agar permainan tradisional tidak hanya menjadi cerita masa lalu," katanya.
Diana menambahkan permainan digital juga memiliki manfaat, seperti melatih kemampuan berpikir strategis, kreativitas, hingga kerja sama dalam tim. Namun, ia mengingatkan pentingnya pengaturan waktu bermain agar anak tetap memiliki kesempatan beraktivitas fisik, bersosialisasi, dan mengembangkan kemampuan di dunia nyata.
Menurutnya, generasi saat ini tidak seharusnya dipertentangkan sebagai "Generasi Kelereng" atau "Generasi Controller". “Justru, keduanya dapat saling melengkapi dengan mengambil nilai positif dari masing-masing bentuk permainan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....