Agam Peringati 118 Tahun Perang Kamang dan Perang Manggopoh

  • 15 Jun 2026 18:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Agam memperingati 118 tahun Perang Kamang dan Perang Manggopoh melalui upacara yang digelar serentak di halaman Kantor Bupati Agam dan halaman Kantor Camat Kamang Magek, Senin, 15 Juni 2026. Upacara di halaman Kantor Bupati Agam dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, didampingi Wakil Bupati Agam Mhd. Iqbal serta dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah, aparatur sipil negara, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sementara itu, upacara di Kamang Magek dipimpin langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis. Dalam amanatnya, Vasko Ruseimy mengatakan peringatan Perang Kamang dan Perang Manggopoh bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mempertahankan kehormatan dan martabat daerah.

Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi muda. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, saat ini dapat diwujudkan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan ekonomi, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul. “Perang Kamang dan Perang Manggopoh adalah bukti kuat bahwa nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan telah menjadi karakter masyarakat Minangkabau sejak dahulu,” kata Vasko.

Ia juga menyoroti sosok pejuang perempuan asal Agam, Siti Fatimah atau yang lebih dikenal sebagai Siti Manggopoh. Menurutnya, keberanian dan kepemimpinan Siti Manggopoh menjadi simbol perjuangan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Keberanian, kepemimpinan, dan kecintaan Siti Manggopoh terhadap tanah kelahirannya menjadi teladan untuk generasi muda. Perjuangannya sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.

Vasko menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Sumatera Barat. Karena itu, generasi muda perlu memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, serta berpegang pada nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan Manggopoh sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berjasa bagi daerah dan bangsa. Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan, peringatan Perang Kamang dan Perang Manggopoh setiap tahun menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai sejarah sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....