MBG 3B Jadi Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Sumbar
- 09 Mei 2026 12:55 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Sumatera Barat. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengikuti lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (non-PAUD) sebagai kelompok prioritas dalam seribu hari pertama kehidupan.
Kepala Perwakilan Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang telah ditetapkan. Menurutnya, MBG 3B selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas.
“Program MBG 3B ini sangat bersinergi sekali dalam rangka percepatan penurunan stunting, karena pemberian nutrisi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Hal ini berkaitan dengan fokus penanganan stunting yang harus dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan,” ujar Mardalena dalam Dialog Padang Menyapa Pro 1 RRI Padang, Sabtu 9 Mei 2026.
Mardalena menjelaskan, keterlibatan BKKBN dalam program tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan Badan Gizi Nasional. Selain itu, keterlibatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Menurut Mardalena, saat ini terdapat lebih dari 10 ribu TPK di Sumatera Barat yang mendampingi keluarga berisiko stunting. Hingga awal Mei 2026, tercatat sekitar 104 ribu sasaran telah menerima manfaat MBG 3B di berbagai daerah di Sumbar.
“Per tanggal 6 Mei, sudah lebih kurang 104 ribu sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang mendapatkan MBG 3B. Jumlah ini akan terus bertambah seiring bertambahnya kapasitas dapur penyedia makanan bergizi,”

Sementara itu, Tim Pendamping Keluarga Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Rini Handayani, mengatakan di Kelurahan Purus, MBG 3B didistribusikan kepada 173 sasaran. Terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Alhamdulillah pertumbuhan anak lebih cepat, yang biasanya kurus-kurus datang, sekarang sudah terlihat lebih sehat. Tantangannya memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh sasaran utama, terutama yang balita,” ujar Rini.
Rini mengungkapkan program tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan anak. Menurutnya, dalam empat bulan pelaksanaan, kondisi balita penerima manfaat mulai mengalami perubahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....