Merajut Mimpi Menjadi Pramugari dari Sekolah Rakyat
- 20 Okt 2025 11:34 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Sore itu, langit di atas kompleks Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang berwarna jingga keemasan. Di halaman asrama, suara tawa anak-anak bercampur riuh langkah kaki yang berkejaran, menandai akhir jam belajar mereka.
Di antara keramaian itu, Suci Zulfia Ramadhani tampak berlari sambil tertawa bersama teman sekamarnya. Gadis berusia 13 tahun itu dikenal ramah dan penuh semangat, terutama saat berbicara tentang cita-citanya menjadi seorang pramugari.
Sekolah tempat Suci menuntut ilmu berdiri di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang. Sejak kegiatan belajar pertama dimulai pada 14 Juli lalu, suasana di sana tak pernah sepi dari semangat para siswa yang ingin mengubah masa depan.
Sudah lebih dari tiga bulan Suci tinggal di asrama sekolah rakyat itu. Ia dan 148 teman lainnya berasal dari berbagai kecamatan di Kota Padang, disatukan dalam satu atap penuh kedisiplinan dan kebersamaan.
Asrama menjadi rumah kedua bagi mereka. Setiap hari, menu bergizi disajikan tiga kali, memastikan tak ada perut yang kosong sebelum belajar, berbeda jauh dari masa sekolah dasar Suci yang kadang berangkat tanpa sarapan.
“Kalau waktu SD dulu, sering berangkat sekolah tidak sarapan. Kalau di asrama SMP ini, makannya tepat waktu, tiga kali sehari. Lauknya enak-enak,” ucap Suci, Senin (20/10/2025)
Di sela waktu belajar, para siswa diingatkan untuk salat tepat waktu. Disiplin menjadi bagian penting dari kehidupan mereka, bukan karena aturan semata, tapi karena kebiasaan yang ditanamkan dengan kasih oleh para pengasuh.
Suci mengaku senang bisa bersekolah di SRMP 4 Padang karena banyak pengalaman baru yang ia dapatkan. Ia merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa cita-citanya untuk terbang keliling dunia sebagai pramugari bukan lagi sekadar mimpi.
“Inginnya jadi pramugari. Bisa pergi ke banyak tempat, mengunjungi daerah lain di Indonesia. Dengan sekolah di sini, pelajaran pentingnya tidak canggung bertemu orang-orang baru,” tuturnya.
Sementara, Kepala SRMP 4 Padang, Azizah Batubara, mengatakan keberadaan siswa di asrma aselalu dipantau. Tujuannya memastikan anak-anak dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gangguan.
“Kami punya dua wali asrama dan dua wali asuh yang selalu menjaga anak-anak itu. Selain itu, ada 11 guru, seorang operator, bendahara, dan tenaga tata usaha yang memastikan kegiatan belajar berjalan lancar,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala BBPPKS Padang, Nuryadi, anak-anak kini telah beradaptasi dengan baik dan tak lagi merasa canggung. Untuk mengobati rindu pada keluarga, pengurus memberikan waktu khusus bagi orang tua untuk berkunjung, biasanya di akhir pekan ketika senja turun di halaman asrama yang ramai oleh tawa anak-anak yang terus merajut mimpi mereka.
Sekolah rakyat yang merupakan program prioritas Prabowo Subianto, telah didirikan di tiga lokasi di Provinsi Sumatera Barat. Masing-masing untuk jenjang sekolah menengah atas di Universitas Negeri Padang, jenjang sekolah menengah pertama di BBPPKS Padang dan di Balai Latihan Kerja di Kabupaten Solok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....