LP2M Sumbar Dorong Pemulihan Pascabencana di Agam dengan Sekolah Lapang Mina Padi
- 12 Jun 2026 15:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemulihan pascabencana tidak hanya soal memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga membangun kembali kapasitas masyarakat untuk bangkit. Di Kabupaten Agam, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Sumatera Barat, mendorong rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat melalui sekolah lapang.
Sekolah Lapang dilakukan LP2M Sumbar di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan warga dalam setiap tahapan pemulihan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program.
Staf Lapang Kemitraan Multipihak LP2M, Nurul Ulya mengatakan, proses pemulihan diawali dengan pendampingan untuk menggali kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Ia menjelaskan, pendekatan pemberdayaan dilakukan melalui Sekolah Lapang Mina Padi yang menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat.
“Jadi waktu itu kami asesmen dulu kebutuhannya itu seperti apa. Kemudian dari asesmen, kita susun bentuknya seperti apa, Barulah dari sana kita bangun komunikasi dengan siapa aja kira-kira yang bisa kita ajak dalam proses pilotnya nanti,” ujar Nurul, Kamis, 11 Juni 2026.
Program tersebut melibatkan puluhan petani dari berbagai kelompok tani di Nagari Paninjauan. Selain menerima materi pembelajaran, peserta juga didorong untuk menerapkan langsung praktik yang dipelajari di lahan masing-masing dan membagikan pengalaman kepada petani lainnya.
Dalam pelaksanaannya, LP2M turut membangun kolaborasi dengan pemerintah nagari, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Agam, serta berbagai pihak lainnya. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk pendampingan teknis, penyediaan narasumber, hingga bantuan benih ikan untuk mendukung pengembangan mina padi.
“Kami datang ke Dinas Perikanan dan Pangan, membicarakan mina padi tersebut. Mereka sangat terbuka dan mendukung, bisa untuk pemulihan ekonomi juga pascabencana bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Nurul, rekonstruksi pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kondisi fisik lahan yang terdampak. Pemulihan juga harus disertai penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko bencana maupun perubahan iklim di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....