BPOM Manokwari Gelar FGD Cegah Tangkal Lintas Sektor

  • 14 Apr 2026 20:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari menggelar Pertemuan Tahunan Forum Group Discussion (FGD) Cegah Tangkal bersama stakeholder lintas sektor, organisasi profesi, serta media, yang berlangsung di Aula Kantor BPOM Manokwari, Selasa, 14 April 2026.

Kepala BPOM Manokwari, Agustince Werimon, dalam sambutannya mengatakan, FGD tahunan ini bertujuan menjaring masukan dari berbagai pihak terkait pelayanan pengawasan BPOM, khususnya dalam menjamin keamanan peredaran obat dan makanan, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program BPOM dalam pelayanan publik.

“Melalui forum ini, kami ingin mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan serta pelayanan publik yang lebih baik,” Kata Agustince.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut BPOM Manokwari juga menjalankan tiga program utama. Selain FGD Cegah Tangkal, program lain yang dilaksanakan adalah advokasi desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, serta sekolah pembudayaan keamanan pangan.

Untuk tahun 2026, program advokasi tersebut difokuskan di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, dengan target dua desa, tiga sekolah, dan satu pasar pada semester pertama.

Jika memungkinkan, cakupan program akan ditambah pada semester kedua dengan penambahan satu desa dan dua sekolah.

“Program ini membutuhkan dukungan pemerintah daerah karena menyangkut keamanan pangan di desa, pasar, dan sekolah,” Ujarnya.

Sementara itu, melalui FGD Cegah Tangkal, BPOM bersama lintas sektor juga memperkuat fungsi penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan, khususnya yang telah masuk ranah pidana. Forum ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama dalam mencegah kejahatan peredaran obat dan makanan di masyarakat.

BPOM Manokwari juga menargetkan penanganan minimal dua perkara setiap tahun, yang menunjukkan masih adanya pelanggaran di wilayah tersebut. Dengan keterlibatan lintas sektor, diharapkan pengawasan dapat semakin diperketat sehingga pelanggaran dapat diminimalisir.

Selain itu, Bupati Manokwari melalui Asisten III Sekda Kabupaten Manokwari, Jefri Sahuburuah, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu menghimpun masukan dan saran dari berbagai pihak sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan dan program pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan bahwa isu keamanan pangan merupakan hal krusial yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga memerlukan perhatian bersama.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan bergizi,” ucapnya.

Melalui forum ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mewujudkan keamanan pangan di Kabupaten Manokwari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....