Hentikan Budaya Diam, Perempuan Diajak Berani Lawan Kekerasan

  • 24 Jul 2026 08:59 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Keberanian perempuan untuk menyuarakan pengalaman sebagai korban kekerasan dinilai menjadi kunci dalam upaya perlindungan perempuan di Papua Barat. Melalui langkah tersebut, korban diharapkan memperoleh perlindungan hukum sekaligus memutus mata rantai kekerasan.

Kepala DP3A Provinsi Papua Barat, Witri, mengatakan masih banyak perempuan yang memilih tidak melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih kuat serta keinginan korban untuk mempertahankan keutuhan keluarga.

Ia menjelaskan, tidak sedikit kasus kekerasan yang akhirnya diselesaikan melalui mekanisme adat sehingga tidak tercatat dalam sistem pelaporan resmi. Akibatnya, angka kasus yang masuk ke DP3A belum sepenuhnya menggambarkan kondisi kekerasan terhadap perempuan yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

"Harapan saya perempuan-perempuan di Papua Barat mendapatkan keadilan, penghargaan, dan penghormatan sebagai sesama manusia. Banyak perempuan sebenarnya ingin bersuara, tetapi mengingat keluarga dan anak-anak sehingga memilih tidak melapor. Bahkan ada yang sudah melapor, tetapi diselesaikan secara adat karena budaya patriarki masih sangat kuat," jelas Witri saat diwawancarai RRI Manokwari, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Witri, perempuan memiliki hak yang sama untuk hidup aman, dihargai, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Karena itu, budaya yang membatasi perempuan untuk menyampaikan pendapat maupun mencari keadilan perlu diubah secara bertahap melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Ia juga mengapresiasi ketangguhan perempuan Papua yang tetap berjuang menjalankan perannya di tengah berbagai tantangan. Namun, menurutnya, pengorbanan perempuan dalam keluarga seharusnya diiringi dengan penghormatan dan perlakuan yang setara, bukan justru menjadi alasan untuk membenarkan tindakan kekerasan.

DP3A akan terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga layanan, dan masyarakat agar perempuan semakin berani mencari pertolongan ketika mengalami kekerasan.

Witri berharap semakin banyak perempuan di Papua Barat yang memahami hak-haknya dan berani bersuara ketika menjadi korban kekerasan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, ia optimistis perlindungan terhadap perempuan dapat semakin kuat dan tercipta lingkungan yang lebih aman, adil, serta setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....