Kemenhaj Manokwari Bekali 88 Jamaah Lewat Manasik
- 10 Feb 2026 17:30 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menyiapkan sebanyak 88 jamaah calon haji melalui kegiatan bimbingan manasik haji terintegrasi, Selasa 10 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesiapan, serta kualitas pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengatakan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat istimewa karena mempertemukan jamaah dengan jutaan umat Islam dari berbagai negara.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan keimanan. Oleh karena itu, manasik ini menjadi bekal yang sangat penting bagi jamaah,” ujar Mugiyono.
Ia berharap melalui kegiatan manasik haji tersebut, para calon jamaah dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat Islam dan memanfaatkan seluruh materi sebagai pedoman selama berada di Tanah Suci.
“Manfaatkan setiap materi yang diberikan. Apa yang dipelajari di manasik inilah yang nantinya akan dipraktikkan saat menjalankan ibadah haji,” katanya.
Selain itu, Mugiyono juga mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan, istirahat yang cukup, serta membawa obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah.
“Jagalah kesehatan dan nama baik Kabupaten Manokwari serta bangsa Indonesia dengan bersikap santun, ramah, saling menghormati, dan saling membantu antarjamaah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, menjelaskan bahwa ibadah haji memerlukan persiapan yang matang agar jamaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan meraih haji yang mabrur.
“Kami menyelenggarakan manasik haji terintegrasi sebagai pembekalan bagi calon jamaah, baik terkait rukun haji, rukun ihram, maupun tata cara pelaksanaan ibadah haji,” jelas Abdul Safar Ollong.
Ia menambahkan bahwa ibadah haji memiliki makna multi aspek, tidak hanya sebagai ritual individual, tetapi juga mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi.
“Manasik ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Materi manasik haji yang diberikan meliputi perjalanan ibadah haji, tata cara dan praktik pelaksanaan haji, rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta kebijakan pemerintah terkait Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kegiatan ini menghadirkan sembilan orang narasumber.
Abdul Safar Ollong juga menyampaikan bahwa calon jamaah haji asal Manokwari tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 25 melalui Embarkasi Makassar.
“Jamaah dijadwalkan berangkat ke Makassar pada 7 Mei 2026 dan bertolak ke Jeddah pada 9 Mei 2026,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepulangan jamaah direncanakan pada 20 Juni 2026 melalui Makassar dan dilanjutkan kembali ke Manokwari pada 22 Juni 2026.
Menurutnya, jumlah calon jamaah haji tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 164 orang.
“Penurunan ini terjadi karena adanya kebijakan baru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, di mana penetapan kuota keberangkatan didasarkan pada daftar tunggu,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....